Operasi Pasar Murah di Toboali Dipadati Warga, Harga Murah Jadi Rebutan
February 05, 2026 12:38 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sejumlah ibu-ibu terlihat memadati area operasi pasar murah yang digelar di kawasan Lapangan Merdeka Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (5/2/2026). 

Mereka datang sejak pagi dan berkumpul di sekitar stan penjualan bahan pokok yang disiapkan panitia. Beberapa di antaranya membawa tas belanja, karung kecil dan kantong plastik untuk menampung barang yang dibeli.

Antrean terbentuk di depan stan beras, minyak goreng serta lapak sayur dan buah. Petugas terlihat melayani pembelian satu per satu. Sementara ibu-ibu menunggu giliran dengan tertib.

Sebagian warga tampak memperhatikan daftar harga yang dipasang di depan stan, sedangkan lainnya langsung menyerahkan uang pembayaran kepada petugas. 

Senyum sumringah terpancar jelas dari raut wajah tersenyum saat menerima paket beras dan barang kebutuhan sehari-hari. Apalagi bahan pokok yang dijual dengan harga lebih murah menjelang bulan puasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar operasi pasar murah. 

Kebijakan ini sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Sekaligus menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan strategis.

“Terutama di tengah padatnya rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Hefi Nuranda membeberkan operasi pasar murah menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Khususnya pada periode rawan kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan bahan kebutuhan pokok. 

Operasi pasar murah tersebut menyediakan beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog dengan total pasokan sekitar 1.750 kilogram atau setara dengan kurang lebih 350 karung. 

Per kemasan lima kilogram dijual dengan harga Rp59.000. Beras kita premium dijual Rp76.000 per ukuran lima kilogram, tepung terigu Rp12 ribu per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram dan kecap Rp20.000 per kemasan.

Selain komoditas tersebut, masyarakat juga dapat membeli bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar dengan stok mencapai 520 kilogram.

Seperti bawang merah dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram, bawang putih Rp31.000 per kilogram dan bawang bombai Rp29.000 per kilogram. Dilanjutkan cabai besar Rp39.000 per kilogram, cabai kecil Rp75.000 per kilogram, wortel Rp14.000 per kilogram, tomat Rp16.000 per kilogram dan kentang Rp12.000 per kilogram.

“Memang ada beras dari Bulog, kemudian minyak goreng, serta nantinya juga tersedia sayur-sayuran dan buah-buahan,” jelas Hefi Nuranda.

Adapun pelaksanaan operasi pasar murah ini tidak terlepas dari kondisi sosial masyarakat Kabupaten Bangka Selatan. dalam waktu dekat akan menghadapi banyak kegiatan tradisi menjelang Ramadan. 

Salah satunya adalah tradisi sedekah ruwah yang berlangsung pada bulan Sya’ban. hampir di setiap desa maupun kelurahan menyelenggarakan kegiatan sedekah ruwah. 

Tradisi sedekah ruwah yang digelar secara massal di berbagai wilayah tersebut, secara langsung berdampak pada peningkatan kebutuhan bahan pangan masyarakat.

Kegiatan ini biasanya melibatkan jamuan makanan dan konsumsi bersama, sehingga permintaan terhadap beras, minyak goreng serta bahan pangan lainnya cenderung meningkat dalam waktu yang bersamaan.

“Tentunya ini membuat kebutuhan masyarakat meningkat. Oleh karena itu, kami dari TPID Bangka Selatan melakukan operasi pasar murah untuk mengantisipasi kelangkaan bahan kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Untuk menjaga ketersediaan barang kata Sekda, operasi pasar murah diklaim mampu menahan laju kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Dengan intervensi langsung ke pasar melalui penyediaan bahan pangan bersubsidi atau berharga lebih rendah, diharapkan gejolak harga dapat ditekan. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran. 

Kegiatan serupa ditargetkan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Terutama pada momen-momen rawan inflasi. Selain operasi pasar murah, TPID juga mendorong penguatan koordinasi antar instansi dan pemantauan stok bahan pangan di tingkat distributor hingga pedagang.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok, terutama beras dan minyak goreng. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Hefi Nuranda.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.