Gubernur Boyong Kepala Daerah ke Singapura, Wagub Ambil Alih Pemerintahan
February 05, 2026 02:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, untuk sementara mengambil alih jalannya pemerintahan provinsi menyusul keberangkatan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ke luar negeri.

Fatmawati kembali menjalankan tugas sebagai pelaksana harian gubernur setelah Andi Sudirman menghadiri rangkaian agenda di Jakarta dan Singapura.

Gubernur lebih dulu terbang ke Jakarta pada Senin (2/2/2026) untuk mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.

Sehari kemudian, ia melanjutkan perjalanan ke Singapura guna menghadiri Singapore Airshow 2026 di Changi Exhibition Center.

Penunjukan wakil gubernur merujuk pada Pasal 65 dan 66 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur bahwa wakil kepala daerah menjalankan tugas kepala daerah saat berhalangan sementara.

“Wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah berhalangan sementara,” demikian bunyi Pasal 66 ayat (1) huruf c.

 Boyong Empat Kepala Daerah

Dalam kunjungan tersebut, Andi Sudirman turut membawa empat kepala daerah, yakni Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, dan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong.

Turut hadir Ketua PKK Sulsel Naoemi Octarina serta Anggota DPRD Sulsel Ani Nurbani.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Sulsel, Yarham, menegaskan perjalanan itu merupakan tugas kedinasan dan telah mengantongi izin dari Menteri Dalam Negeri.

“Pak Gubernur sedang melaksanakan tugas luar daerah atas izin Mendagri, menghadiri pameran PT Dirgantara Indonesia,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Singapore Airshow sendiri merupakan pameran kedirgantaraan dan pertahanan terbesar di Asia yang digelar dua tahunan dan diikuti pelaku industri global.

Menurut Yarham, kepala daerah yang diajak merupakan wilayah yang memiliki bandara regional.

Sehingga kunjungan tersebut juga berkaitan dengan rencana kerja sama pengembangan penerbangan dan tata kelola bandara, termasuk skema sharing subsidi penerbangan.

Peluang Kerjasama

Keberangkatan rombongan kepala daerah menjadi perhatian publik, terutama karena dilakukan di tengah berbagai persoalan daerah.

Namun, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali menegaskan kehadirannya merupakan tindak lanjut undangan resmi Pemprov Sulsel sekaligus memenuhi undangan PT Dirgantara Indonesia.

Ia menilai forum internasional tersebut membuka peluang jejaring kerja sama serta memperluas wawasan daerah terhadap perkembangan teknologi dirgantara dan industri aviasi.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk melihat langsung kemajuan teknologi kedirgantaraan,” ujarnya.

Pemprov Sulsel berharap partisipasi dalam forum global itu dapat mendorong pertukaran informasi, memperkuat kapasitas daerah, serta membuka peluang kerja sama strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional.

Perkuat Relasi dengan Singapura

Di saat bersamaan, Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta yang dipimpin First Secretary (Political) Malik Vickland.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama di sektor pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi, dan investasi.

Singapura juga menawarkan program pelatihan aparatur melalui Singapore Cooperation Programme (SCP) guna meningkatkan kualitas SDM pemerintahan.

Hubungan Sulsel dan Singapura sendiri telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir melalui promosi investasi, penjajakan kerja sama logistik ekspor-impor, hingga pengembangan pariwisata.

Pemerintah provinsi menilai momentum forum internasional seperti Singapore Airshow penting untuk membangun jejaring global yang berorientasi pada manfaat jangka menengah dan panjang bagi daerah.

Izin Mendagri

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulsel, Yarham, menjelaskan keikutsertaan para kepala daerah dalam kunjungan ke Singapura bersama Gubernur Sulsel.

Ia mengatakan, agenda tersebut bertujuan mempelajari dunia penerbangan serta tata kelola bandara.

Menurut Yarham, kepala daerah yang ikut dalam rombongan memang berasal dari wilayah yang memiliki bandara.

Kunjungan itu juga menjadi tindak lanjut dari rencana kerja sama sharing subsidi penerbangan.

“Karena itu, Pak Gubernur didampingi beberapa kepala daerah yang memiliki bandara,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Ia memastikan seluruh kepala daerah yang berangkat telah mengantongi izin resmi dari Kemendagri.

Keberangkatan tersebut merupakan bagian dari tugas kedinasan.

“Pak Gubernur sedang melaksanakan tugas luar daerah atas izin Mendagri, menghadiri pameran PT Dirgantara Indonesia,” jelasnya.

Yarham menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian dukungan terhadap program kebijakan nasional.

Khususnya kebijakan berkaitan dengan penguatan industri pertahanan dan sektor kedirgantaraan nasional.

Kehadiran kepala daerah dalam forum internasional seperti SAS memiliki nilai strategis. Forum itu dinilai membuka ruang pertukaran informasi, penguatan kapasitas, serta pembangunan jejaring global.

Jejaring itu diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret bagi pembangunan daerah.

“Ini dalam rangka mendukung kebijakan nasional di bidang industri pertahanan dan kedirgantaraan,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Selain itu, momentum forum internasional juga dinilai penting sebagai sarana membangun kerja sama yang berorientasi jangka menengah dan panjang.

“Sekaligus mengoptimalkan momentum forum internasional sebagai sarana membangun jejaring kerja sama global yang berorientasi pada manfaat jangka menengah dan jangka panjang bagi daerah,” katanya.

Yarham menegaskan, kepala daerah yang ikut dalam kunjungan tersebut memang memiliki bandara regional di wilayahnya masing-masing.

Ia menyebut, di antaranya Bandara Andi Djemma di Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Kemudian Bandara Sorowako di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur. Serta Bandara Aroepala di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Jejak Diplomasi

Pada 2019, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman paparka potensi Sulsel di Hotel Royal Plaza On Scoots, Singapura, Rabu (20/11/2019).

Disampaikan dalam kegiatan networking evening, dihadiri perwakilan pemerintah Singapura dan Indonesia, serta para investor.

Sudirman menyampaikan potensi Sulsel di berbagai sektor strategis. Mulai dari pertanian, perkebunan, pariwisata, pertambangan, hingga perikanan.

Ia menegaskan, Pemprov Sulsel terbuka bagi investor yang ingin menjalin kerja sama. Pemprov terus menyederhanakan proses perizinan investasi.

Sulsel memiliki infrastruktur pendukung memadai. Di antaranya Pelabuhan Makassar, perluasan bandara, surplus listrik, serta ketersediaan air yang melimpah.

Pembangunan infrastruktur konektivitas juga terus dilakukan. Sudirman menilai seluruh kesiapan tersebut mampu mendukung optimalisasi investasi di Sulsel.

Dalam kesempatan itu, hadir Kemenlu Singapura, Kementerian Pembangunan Nasional Singapura, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, serta KBRI Singapura.

Pada Agustus 2022, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu Menteri Singapura Desmond Lee.

Desmond Lee menjabat Menteri Pengembangan Nasional sekaligus Plt Menteri Integrasi Layanan Sosial Singapura.

Sudirman menyebut, pertemuan tersebut merupakan pemenuhan undangan kementerian Singapura.

Agenda itu sekaligus untuk menjaga dan memperkuat hubungan bilateral kedua pihak. Di awal pertemuan, Sudirman menceritakan pengalaman kerjanya di Singapura di sektor korporasi sebelum terjun ke pemerintahan.

Selanjutnya, Sudirman memaparkan sejumlah potensi dimiliki Sulsel. Di antaranya ketersediaan pangan yang melimpah.

Pada 2023, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan Menteri Singapura Masagos Zulkifli bin Masagos Mohamad.

Masagos menjabat Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga, Menteri Kesehatan Kedua, serta Menteri yang Bertanggung Jawab atas Urusan Muslim Singapura.

Pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (10/5/2023).

Keduanya membahas langkah strategis untuk mempererat kerja sama antara Pemprov Sulsel dan Pemerintah Singapura.

Sudirman menyampaikan, Sulsel memiliki kekayaan alam yang melimpah di berbagai sektor. Mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, hingga sektor lainnya.

Ia menyebut, Masagos melihat peluang kerja sama pada logistik ekspor-impor, seafood, dan pariwisata.

Selain potensi sumber daya alam, Andi menekankan keunggulan kultur dan kearifan lokal Sulsel.

Sementara itu, Masagos menilai hubungan Indonesia dan Singapura sangat penting untuk terus diperkuat.

Ia takjub dengan potensi Sulsel dan ingin mempromosikan wisata serta produk daerah ke Singapura.

Masagos berharap kerja sama tersebut dapat menghubungkan dan mendekatkan masyarakat kedua negara.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.