Cak Imin Sebut PKB Puas dengan Kepemimpinan Prabowo, Ungkap Dukungan Dua Periode
February 05, 2026 02:03 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo Subianto. 

Cak Imin menyebut PKB akan kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029.

"Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah," ujar Cak Imin di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026) dikutip dari Tribunnews. 

Meski demikian, dukungan dua periode tidak termasuk untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

PKB masih akan menimang sosok yang akan mendampingi Prabowo.

"Oh belum dibahas. Belum," ucap Cak Imin.'

Baca juga: Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Ganjar: Itu Hak Mereka

PKB Ingin Konsisten Tapi Fleksibel

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai PKB tengah menempatkan diri sebagai partai yang sejak dini konsisten berada di barisan pendukung Prabowo. 

Langkah itu dinilai strategis untuk mengamankan posisi politik PKB dalam peta kekuasaan nasional ke depan.

“PKB sedang menawarkan opsi alternatif kepada Presiden Prabowo di balik pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo–Gibran dua periode. PKB memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat loyalitasnya agar tetap relevan dalam skema kekuasaan Prabowo,” ujar Arifki dalam pesan yang diterima, Kamis (5/2/2026).

Menurut Arifki, dukungan dua periode juga menjadi sinyal bahwa PKB ingin menjaga ruang komunikasi politik tetap terbuka, terutama terkait konfigurasi kepemimpinan nasional pasca-2029.

Isu calon wakil presiden dinilai sengaja tidak dibuka terlalu dini.

“PKB memilih menjaga fleksibilitas. Selama nama wapres belum disebut, ruang komunikasi politik tetap terbuka. Pola ini serupa dengan strategi PKB pada Pilpres 2024," kata dia.

"Awalnya bersama Prabowo, tetapi ketika peluang menjadi cawapres dinilai kecil, Cak Imin memilih berduet dengan Anies Baswedan. Dalam politik, meminta maaf sering kali lebih mudah daripada meminta izin,” kata Arifki.

Ia menegaskan, Cak Imin tetap menjadi figur sentral dalam kalkulasi internal PKB. Meski belum didorong secara terbuka sebagai kandidat wakil presiden, posisi Cak Imin dinilai masih sangat strategis dalam peta politik menuju Pilpres 2029.

Arifki juga menyoroti mulai bergeraknya sejumlah aktor dan partai politik sejak awal masa pemerintahan Prabowo. 

Dukungan terbuka kepada Anies Baswedan, hingga sinyal keterlibatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam dinamika politik ke depan, disebut turut memengarugi kalkulasi PKB.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuka ruang bagi Cak Imin untuk memulai negosiasi politik lebih awal dengan Presiden Prabowo.

“Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode dapat dibaca sebagai langkah politik Cak Imin. Bukan hanya untuk menjaga hubungan kekuasaan saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk membuka opsi kursi cawapres,” pungkas Arifki.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.