TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polsek Pasar Minggu mengamankan seorang pria berinisial RA (54) atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di kawasan Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026) siang.
Terduga pelaku langsung dievakuasi petugas ke Polres Metro Jakarta Selatan guna menghindari aksi main hakim sendiri oleh warga yang tersulut emosi di lokasi kejadian.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengonfirmasi penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya kerumunan massa yang mengamankan terduga pelaku.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 14.40 WIB saat piket Binmas Pejaten Barat menerima laporan dari ibu korban, terkait dugaan pelecehan yang menimpa anaknya, A (8).
Mendapat informasi tersebut, tim piket fungsi Polsek Pasar Minggu yang dipimpin IPTU Sudjud Suhiharto langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Anggota tiba di lokasi pukul 14.53 WIB. Saat itu, terduga pelaku RA sudah diamankan oleh warga setempat. Mengingat massa yang semakin banyak dan emosional, kami segera mengambil tindakan untuk membawa pelaku ke kantor polisi," ujar Kompol Anggiat Sinambela saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Anggiat menambahkan, saat ini perkara tersebut telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk penanganan lebih lanjut oleh unit terkait.
"Pelaku langsung kami amankan dan bawa ke Polres Metro Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan karena massa di lokasi sudah sangat emosi, kami khawatir pelaku menjadi sasaran amukan warga jika tetap berada di sana," tegasnya.
Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga telah mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan resmi di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Kami sudah arahkan keluarga korban untuk membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Selatan agar segera dilakukan proses penindakan lebih lanjut," tutup Kompol Anggiat.
Kejadian ini sebelumnya sudah viral di media sosial usai diunggah oleh akun @merekamjabodetabek.id, Rabu (4/2/2026).
"Kasus ini terungkap setelah orang tua korban merasa curiga dengan kondisi anaknya. Saat dimintai keterangan, korban kemudian menceritakan dugaan tindakan asusila yang dialaminya saat berada di rumah pelaku," tulis takarir pada unggahan video tersebut.
"Pelaku diketahui merupakan tetangga korban dan tinggal seorang diri. Usai kejadian terungkap, emosi warga dan keluarga korban sempat memuncak hingga pelaku nyaris diamuk massa. Situasi berhasil dikendalikan sebelum pelaku akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian," tulisnya.