Menguatkan dari Hati, DPC Gerindra se-DIY Gelar Doa dan Bakti Sosial pada HUT ke-18
February 05, 2026 05:14 PM

TRIBNJOGJA.COM - Di tengah suasana keprihatinan nasional, jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra se-Daerah Istimewa Yogyakarta memilih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 partai secara sederhana. 

Tanpa kemeriahan, peringatan tahun ini diisi dengan doa bersama dan aksi bakti sosial di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah. 

Bagi Gerindra DIY, peringatan ulang tahun bukan semata perayaan, melainkan momentum untuk meneguhkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Ketua DPD Partai Gerindra DIY, Danang Wicaksana Sulistya, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-18 disesuaikan dengan kondisi bangsa yang masih diliputi suasana duka di sejumlah daerah.

“Beberapa wilayah di Indonesia sedang menghadapi masa sulit. Karena itu, kami memilih memperingati HUT dengan doa dan bakti sosial. Ini wujud empati, solidaritas, sekaligus kepedulian kami kepada sesama,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa DWS ini , Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Aturan Study Tour dari Pemkab Bantul, Sekolah Diwajibkan Gunakan Jasa Usaha dan Transportasi Lokal

Ia menuturkan, usia 18 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan sebuah organisasi. Dalam falsafah Jawa, kedewasaan bukan hanya diukur dari usia, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Dalam pitutur Jawa dikenal ungkapan urip iku urup, hidup itu harus memberi cahaya. Di usia ke-18 ini, Gerindra ingin semakin menghadirkan manfaat dan keteduhan bagi masyarakat,” kata DWS.

Menurut dia, peringatan ulang tahun partai seharusnya menjadi ruang refleksi, bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kepekaan sosial dan mempererat ikatan dengan masyarakat.

“Kami ingin Gerindra semakin dewasa dalam bersikap dan bertindak. Semakin rendah hati, semakin dekat dengan rakyat, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Kegiatan doa bersama dan bakti sosial dilaksanakan secara bertahap oleh seluruh DPC Gerindra se-DIY, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Ragam kegiatan yang dilakukan antara lain doa lintas keyakinan, pembagian bantuan sosial, hingga aksi kemanusiaan yang menyasar kelompok rentan.

Bagi DWS , langkah tersebut merupakan cerminan prinsip tepa selira dan andhap asor—nilai kearifan Jawa yang mengajarkan empati, kesederhanaan, serta sikap saling menghormati.

“Gerindra ingin selalu hadir bukan hanya saat kontestasi politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan,” tuturnya.

DWS menambahkan, perjalanan 18 tahun partai menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada struktur dan kekuasaan, tetapi juga pada kepercayaan rakyat.

“Delapan belas tahun adalah usia kedewasaan. Kami ingin terus berjalan bersama rakyat, menguatkan dari hati, dan menjaga semangat gotong royong demi Indonesia yang lebih baik,” pungkas DWS. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.