TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Salah satu orang terlantar yang tidur di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Yos Sudarso Tarakan Kalimantan Utara berinisial YU dan viral di media sosial ternyata warga Tarakan yang sudah lansia dan hampir 29 tahun meninggalkan Tarakan serta tinggal di Tawau Malaysia.
“Pak YU ini warga Tarakan. Hampir 29 tahun meninggalkan Tarakan. Lama tinggal di Malaysia,” ucap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan Arbain, Kamis (5/2/2026).
Namun ketika kembali ke Tarakan, YU ternyata tidak memiliki tempat tinggal dan mengalami penolakan dari keluarga. Dengan adanya penolakan dari keluarga, akhirnya YU terpaksa tidur berpindah-pindah tempat, seperti di Kawasan Simpang Tiga Masjid dan JPO.
Meskipun keluarga menolak keberadaan YU, Dinsos Tarakan bersama tim gabungan mencoba menelusuri keberadaan keluarga YU di Tarakan.
Baca juga: Viral Dua Orang Terlantar Tidur di JPO Jalan Yos Sudarso, Kini Ditampung di Shelter Dinsos Tarakan
“Kami datangi langsung keluarga yang beliau (YU) sebutkan. Kami antar langsung ke sana,” kata Arbain.
Namun, keluarga menolak menerima YU kembali. Keluarganya tidak mau menerima yang bersangkutan. Alasannya karena karakter beliau yang dianggap keras, tempramen, dan kurang ramah.
Arbain menjelaskan keluarga yang didatangi pihaknya bukanlah keluarga inti atau saudara kandung YU.
“Rata-rata kasus seperti ini, mereka datang ke keluarga, tapi kondisi keluarga tidak siap menerima,” katanya.
Selain persoalan keluarga, Dinsos Tarakan juga mencermati kondisi psikologis Yu.
“Beliau ini kalau diajak bicara sering melantur, emosinya keras, dan cenderung negative thinking. Dia mengira kita mau menangkap atau mengapa-apakan dia,” kata Arbain.
Meski belum ada pemeriksaan medis terkait kejiwaan, Arbain menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Usia YU mendekati 50 tahun.
Dinsos Tarakan sempat menawarkan agar YU dibawa ke kantor atau shelter, namun yang bersangkutan menolak. “Beliau (YU) berkeras tidak mau dibawa ke kantor Dinsos atau Satpol PP. Maunya ke keluarganya,” katanya.
Arbain menyebutkan, jika pihak keluarga tetap tidak bersedia menerima Yusup, maka Dinsos Tarakan akan mengupayakan rujukan ke panti sosial milik Pemerintah Provinsi.
“Kewenangan panti itu ada di provinsi. Jadi nanti kami usulkan dulu dan komunikasikan apakah ada peluang dan ketersediaan ruangan,” jelasnya.
Namun, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Masuk panti itu ada mekanisme dan antreannya.
Baca juga: Cerita Heri Orang Terlantar Ditampung di Shelter Dinsos Tarakan, 24 Tahun Jadi Sopir di Malaysia
"Tidak bisa langsung,” pungkasnya.
Seperti diketahui, viral di media sosial dua orang terlantar berinisial YU dan AR tidur di JPO Jalan Yos Sudarso Tarakan, Kalimantan Utara.
Pria inisial AR, merupakan mantan napi yang ingin pulang ke Tolitoli dan kini berada di shelter Dinsos Tarakan. Sedangkan YU sudah 29 tahun meniggalakan Tarakan dan ditolak keluarga.
Penulis: Andi Pausiah