TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Program gentengisasi mendapat respons masyarakat dan pemerintah di Jambi.
Pemerintah pusat mewacanakan program gentengisasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp1 triliun. Program itu merupakan usulan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah masyarakat yang masih menggunakan seng menjadi genteng tanah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran program tersebut bersumber dari dana cadangan negara dan tidak menutup kemungkinan berasal dari realokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden Prabowo menilai penggunaan seng membuat suhu rumah lebih panas, mudah berkarat, serta mengurangi estetika bangunan.
Beberapa tukang di Jambi menilai program tersebut bakal cukup sulit diterapkan di Jambi.
Pardi (42), tukang di Kota Jambi, menuturkan saat ini hampir setiap rumah telah menggunakan genteng seng dan sejenisnya.
"Sudah sangat jarang yang pakai genteng tanah. Kecuali orang kaya yang rumah bagus mewah, itu baru. Biaya kan tinggi, tidak bisa sembarang kayu untuk reng dan kanalnya, harus mutu bagus," tuturnya.
Jika genteng tanah menggunakan reng kayu, Pardi mengatakan harus kayu bagus. "Kalau kayu empuk, habis gak sampai lima tahun. Genteng bisa jatuh nimpa orang," lanjutnya.
Persoalan lainnya, ekonomis dan kepraktisan. Secara ekonomis, genteng seng lebih murah, juga praktis.
Persoalan pondasi pun juga jadi persoalan. Jika memakai genteng tanah, maka beban rumah jadi lebih berat. Kata Pardi, tentu butuh pondasi yang bagus. "Sementara perumahan di Jambi, tahu sendiri kan yang subsidi kayak gimana," ujarnya.
Jika kebijakan gentengisasi akan diterapkan di Jambi, sebagai tukang yang tiap hari bergelut dengan bangunan, Pardi berharap ada peningkatan kualitas bahan dan dinding, untuk antisipasi dampak ke depannya.
Warga Pertimbangkan Biaya
Wacana itu menuai beragam tanggapan masyarakat Jambi. Vika, warga Simpang III Sipin, menilai penggunaan genteng justru lebih boros dibanding seng.
Menurutnya, konstruksi genteng membutuhkan rangka kayu lebih banyak dan biaya perawatan lebih tinggi.
"Kalau seng, dari segi dana lebih terjangkau dan lebih tahan lama," ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Pendapat serupa disampaikan Manto, buruh bangunan di kawasan tersebut.
Ia menyebut pemasangan dan perawatan atap seng lebih praktis dan murah. "Pasang seng satu hari selesai, kalau genteng bisa sampai empat hari. Bebannya juga berat, jadi kayu rangkanya harus kualitas bagus, sementara harga kayu sekarang mahal," jelasnya.
Ia menilai kondisi tanah dan cuaca Jambi lebih cocok menggunakan atap ringan seperti seng.
Namun, tidak semua warga menolak. Berto, warga Bagan Pete, justru mendukung program gentengisasi.
Ia menilai genteng membuat rumah lebih sejuk dan tidak berisik saat hujan. Menurutnya, produksi genteng rumahan juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.
"Kalau dikelola dengan baik, bahkan bisa dibuat pabrik genteng berstandar agar distribusi lebih cepat dan harga terjangkau," ujarnya.
Bahan Baku Melimpah
Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan penuh terhadap wacana program gentengisasi nasional yang diusulkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia menilai Provinsi Jambi memiliki keunggulan karena ketersediaan bahan baku genteng yang melimpah.
Menurut Al Haris, genteng berbahan tanah liat sangat memungkinkan diproduksi di Jambi karena bahan dasarnya mudah ditemukan.
"Tanah di mana-mana ada. Di Jambi juga sudah ada sentra batu bata, dan secara bahan hampir sama dengan genteng," ujar Al Haris saat ditemui di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Rabu (4/2/2026).
Ia mengatakan akan meninjau langsung sentra produksi batu bata di sejumlah daerah dan mendorong para perajin untuk mengembangkan produksi genteng.
Langkah tersebut dinilai dapat mendukung program nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Rumah Subsidi Pakai Genteng
Selain itu, Al Haris juga berencana mengeluarkan imbauan agar penggunaan genteng mulai diterapkan pada bangunan baru, termasuk rumah subsidi.
“Genteng tidak berkarat dan lebih nyaman bagi penghuni rumah. Ini bagus untuk jangka panjang,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk program gentengisasi yang diusulkan Presiden Prabowo.
Program ini bertujuan mengganti atap seng yang dinilai panas, mudah berkarat, dan kurang estetis dengan genteng tanah liat.
Presiden pun mengajak kepala daerah mendukung pelaksanaannya di daerah masing-masing.
Pemkot Jambi Tunggu Juknis
Pemerintah Kota Jambi menyatakan siap mendukung rencana gentengisasi nasional. Namun, pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan regulasi resmi dari pemerintah pusat.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan wacana gentengisasi disampaikan Presiden Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang membahas sejumlah isu strategis, termasuk pengelolaan persampahan dan penataan wajah permukiman.
“Presiden ingin tampilan rumah-rumah di Indonesia lebih rapi dan indah, terutama dari sisi atap,” ujar Maulana, Rabu (4/2/2026).
Menurut Maulana, Presiden menilai penggunaan seng yang telah berkarat berdampak pada kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah.
Jika program tersebut ditetapkan sebagai kebijakan nasional, Pemkot Jambi siap mendorong implementasinya di daerah.
Sebagai langkah awal, Pemkot Jambi berencana menyiapkan surat edaran kepada camat, lurah, hingga pengembang perumahan agar menyesuaikan pembangunan dengan kebijakan pusat.
Namun, kebijakan tersebut baru akan diterapkan setelah regulasi resmi diterbitkan.
Maulana menambahkan, penerapan gentengisasi juga harus mempertimbangkan kesiapan daerah, terutama terkait ketersediaan bahan baku.
“Genteng yang dimaksud Presiden adalah genteng tanah liat, sementara di Kota Jambi produksinya belum tersedia karena keterbatasan tanah liat yang sesuai. Jadi kita masih menunggu arahan lebih lanjut terkait spesifikasinya,” ungkapnya.
Selain membahas gentengisasi, Pemkot Jambi juga menegaskan komitmennya menjaga kebersihan dan ketertiban kota melalui koordinasi lintas instansi, termasuk kepolisian dan kejaksaan, salah satunya lewat program Jumat Bersih. (syr/yon)
Baca juga: Catat Ini Lokasi Razia Operasi Keselamatan Siginjai 2026 di Kota Jambi
Baca juga: 9 Wilayah Provinsi Jambi Berpotensi Hujan Hari Ini 5 Februari 2026
Baca juga: Pengawasan Lemah, Travel Gelap Dinilai Jadi Lahan Kejahatan Terorganisir