Perluas Akses Modal dan Lindungi Petani, Ini Fokus TPAKD Sumedang di 2026
February 05, 2026 05:11 PM

Laporan: Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan langkah konkret memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan petani pada 2026 melalui penguatan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Fokus ini diarahkan agar masyarakat semakin mudah mengakses modal usaha dan terlindungi dari risiko ekonomi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Sumedang yang digelar di Gedung Negara Sumedang, Rabu (4/2/2026), dipimpin Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila.

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (Kurda) sebagai instrumen pembiayaan inklusif bagi pelaku UMKM.

“Upaya ini kita lakukan melalui penguatan program Laku Pandai, perluasan Simpanan Pelajar, serta optimalisasi pembiayaan inklusif melalui program Kurda,” ujar Wakil Bupati.

Selain akses modal, Pemkab Sumedang juga menaruh perhatian besar pada perlindungan usaha masyarakat, khususnya petani dan peternak yang rentan terhadap risiko gagal panen dan fluktuasi ekonomi.

“Melalui penguatan AUTP, AUTS/K, serta asuransi mikro, kita ingin memastikan bahwa pelaku usaha memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko dan guncangan ekonomi,” katanya.

Dalam mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis, TPAKD Sumedang mengintegrasikan pembiayaan sektor pertanian dengan pengembangan sentra produksi beras Ujungjaya.

“Dengan cara ini, kita berharap dapat menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas akses pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumedang, Mulyani Toyibah, menyebutkan capaian 2025 menjadi modal penting untuk ekspansi program tahun depan. Program Laku Pandai mencatat 3.560 agen, jauh melampaui target, sementara Simpanan Pelajar menjangkau hampir 8.000 nasabah.

Pada 2026, TPAKD menargetkan 240 debitur Kurda, perluasan agen Laku Pandai, peningkatan jumlah rekening pelajar, serta perlindungan pertanian melalui 200 polis AUTP dan asuransi ternak sapi/kerbau.

Penguatan ekosistem pembiayaan juga dilakukan melalui program business matching sektor pertanian yang melibatkan kelompok tani di Ujungjaya, sebagai upaya memastikan pembiayaan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.