Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Sejak drama gembok-gembokan kembali terjadi pada Jumat (16/1/2026), Museum Keraton Solo masih ditutup hingga Kamis (5/2/2026).
Ketua LDA GKR Koes Murtiyah Wandansari menjelaskan bahwa pihaknya baru berencana membuka museum pada pekan depan.
“Museum minggu depan baru mulai lagi. Baik dibuka maupun dilanjutkan revitalisasinya,” jelasnya saat ditemui Kamis (5/2/2026).
Seperti diketahui, meski kedua kubu Pakubuwono XIV Purbaya dan Pakubuwono XIV Hangabehi telah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, konflik tak lantas mereda.
Drama gembok-gembokan di Keraton Kasunanan Surakarta kembali terjadi.
Pada Sabtu (13/12/2025), sejumlah utusan Pakubuwono XIV Purbaya menggerinda gembok secara paksa dan menggantinya dengan gembok baru.
Kemudian, pada Jumat (16/2/2026), LDA yang mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi juga melakukan hal serupa.
Meskipun akses terhadap museum dipegang oleh kedua kubu, hal ini tak lantas membuat museum bisa dibuka untuk publik.
Saat ini, dengan turunnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan yang menunjuk KGPHPA Tedjowulan sebagai pelaksana, museum menjadi salah satu kewenangannya.
Dalam SK tersebut, KGPHPA Tedjowulan diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Pangageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua LDA GKR Koes Murtiyah Wandansari.
“Itu kan sudah dipasrahkan dengan SK Pak Menteri. Tinggal rembug saya dengan Gusti Tedjowulan,” jelasnya.
Meski ia berencana membuka museum minggu depan, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengunjung bisa kembali mengakses semua ruangannya.
Walaupun demikian, ia berharap seluruh bagian museum dapat dibuka.
“Insyaallah dibuka semua (museum),” tuturnya.
Baca juga: Kubu PB XIV Purbaya Sebut Gugatan Penggantian Nama oleh LDA Salah Alamat : Bukan ke PN Solo
Seperti diketahui,drama gembok-gembokan di Keraton Kasunanan Surakarta muncul akibat perselisihan antara dua kubu keturunan Pakubuwono XIV, yaitu Pakubuwono XIV Purbaya dan Pakubuwono XIV Hangabehi.
Konflik ini terjadi meskipun kedua pihak sudah pernah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mediasi, namun perselisihan belum terselesaikan.
(*)