Kemudian Cristiano Ronaldo geram soal kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal.
Dan yang terakhir Suporter Inter Milan dijatuhi hukuman dilarang mendukung Nerazzuri di tiga laga tandang.
Baca juga: Alasan Allegri Ngamuk saat Pemain AC Milan Mengoper Pakai Tumit Meski sudah Menang
Pemain AC Milan lakukan operan tumit, bikin pelatih Massimiliano Allegri mengamuk.
Bahkan Allegri memaki dan teriak sambil mengacungkan tangannya.
Hal itu dilakukan ketika memarahi Pervis Estupinan saat AC Milan mengalahkan Bologna pada pekan 23 Serie A 2025/2026.
Padahal posisi AC Milan sudah menang besar.
Berlangsung di Stadion Renato Dall'Ara, Rabu (4/2), AC Milan memetik hasil manis dalam laga lanjutan Liga Italia kala melumat Bologna tiga gol tanpa balas.
Baca juga: Target Allegri Bawa AC Milan ke Zona Liga Champions, Bukan Scudetto
Pasca-laga, sorotan tertuju kepada allenatore AC Milan, Massimiliano Allegri.
Kemenangan telak tak lantas membuat Italiano berusia 60 tahun ini gembira.
Sebaliknya, ada satu momen yang membuatnya emosi tak karuan.
Kemarahan Allegri pada laga Bologna vs AC Milan terekam jelas dalam kamera DAZN. Cuplikannya pun berseliweran di media sosial.
Momen itu terjadi saat anak asuhnya memimpin 0-3.
Tepatnya di menit-menit akhir laga, keunggulan tersebut menjadi momen yang pas, dalam sudut pandang Alegri, untuk mengatur tempo permainan dan lebih rileks di lapangan.
Tapi kondisi itu justru terjadi sebaliknya bagi Massimiliano Allegri.
Ada momen yang membuatnya geram, bahkan harus berteriak sembari memaki dari pinggir lapangan.
Allegri kecewa dengan satu gerakan yang dilakukan wingbek kirinya, Pervis Estupinan.
====> Baca Selengkapnya
Cristiano Ronaldo meradang setelah mengetahui Karim Benzema pindah ke Al Hilal.
Bukan karena sosoknya melainkan karena mantan rekannya di Real Madrid itu memiliki gaji tertinggi di Liga Arab Saudi musim 2025/2026.
Cristiano Ronaldo yang merupakan striker Al Nassr klub rival Benzema menuduh PIF melakukan deskriminasi.
PIF sendiri merupakan pemegang saham mayoritas empat klub top Liga Arab Saudi, meliputi Al Ahli, Al Hilal, Al Ittihad dan Al Nassr.
Bentuk rasa kecemburan Cristiano Ronaldo tertuang ketika Al Nassr besutan Jorge Jesus tidak memainkan sang penyerang saat mengalahkan Al Riyadh 0-1, Senin (2/2) malam WIB.
Ronaldo vs Benzema di Liga Arab Saudi
Bahkan isu yang beredar, Cristiano Ronaldo berpeluang meninggalkan tim Liga Arab Saudi pada Juni 2026 dengan pengaktifan klausul kontraknya yang mencapai hampir Rp1 triliun rupiah.
Meski begitu, Scores Arabic melaporkan bahwa Cristiano Ronaldo akan mematuhi kontraknya di Al Nassr. Bahkan bertekad membantu tim untuk mendatangkan pemain berlabel bintang di jendela transfer masa mendatang.
Kini yang menjadi sorotan adalah seberapa besar perbedaan dalam perbandingan gaji Cristiano Ronaldo dengan Karim Benzema, dua pemain yang bersahabat sejak sama-sama memperkuat Real Madrid.
Menukil dari laman BelGoal, Cristiano Ronaldo tetap menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Arab Saudi 2025/2026.
Isu Kontrak Ronaldo
Cristiano Ronaldo per musimnya memperoleh bayaran fantastis mencapai Rp4,1 triliun, dalam kurs per hari ini, Rabu (4/2). Sementara untuk bayaran per minggunya, CR7 berada di angka Rp80 miliar.
Menariknya adalah Karim Benzema. Al Hilal belum merilis secara rinci jumlah gaji untuk mendatangkan penggawa timnas Prancis itu.
Namun menukil dari sumber yang sama, gaji pemilik Ballon d'Or 2022 ini mengalami kenaikan dari semasa membela Al Ittihad.
Penyerang berusia 38 tahun ini dilaporkan menerima gaji per tahun di Al Hilal mencapai Rp1,9 triliun. Per minggunya, mantan pemain Real Madrid ini mengantongi Rp38 miliar.
Praktis, Benzema memperbarui daftar pemain dengan bayaran tertinggi di Arab Saudi menjadi posisi kedua, mengalahkan eks Manchester City Riyad Mahrez di Al Ahli.
Riyad Mahrez untuk saat ini mendapatkan gaji per pekan di kisaran Rp20 miliar, selisih cukup jauh dari Karim Benzema.
====> Baca Selengkapnya
Suporter Inter Milan mendapatkan hukuman larangan menonton 3 laga tandang Nerazzuri ke depan.
Hukuman ini imbas insiden pelemparan flare oleh oknum suporter Inter Milan yang mengenai kiper Cremonese Emil Audero.
Hukuman ini dijatuhkan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Italia.
Dilansir dari Tribunnews.com Inter Milan tak akan didampingi para penggemarnya saat menjalani laga tandang menghadapi Sassuolo, Lecce, dan Fiorentina.
Derby Milan Tetap Boleh Dihadiri
Dengan kata lain hukuman itu berlaku dari tanggal 9 Februari hingga 22 Maret mendatang.
Di tengah tiga pertandingan tandang itu, Inter Milan sebenarnya masih punya satu laga tandang lainnya.
Mereka akan berhadapan dengan AC Milan yang notabene saudara satu kota dan satu stadion.
Pertandingan bertajuk derby Milan ini sejatinya digelar pada 8 Maret mendatang.
Meski demikian, para penggemar Inter boleh menyaksikan laga ini langsung di stadion.
Kapten Inter Milan Murka
Insiden pelemparan petasan yang mengenai kiper Timnas Indonesia yang bermain untuk Cremonese, Emil Audero menjadi sorotan, terutama dari kapten Inter Milan, Lautaro Martinez.
Insiden itu terjadi ketika Cremonese melawan Inter Milan dalam lanjutan pekan ke-23 Liga Italia 2025/2026 di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Minggu (1/2/2026).
Petasan itu dilemparkan dari arah tribun suporter Inter Milan.
Peristiwa pelemparan petasan itu terjadi saat laga masuk menit ke-48.
Inter Milan kala itu sudah unggul 2-0 atas tim tuan rumah.
Pemain Inter Milan tengah membangun serangan dari sisi kanan pertahanan Cremonese.
====> Baca Selengkapnya