Anies Sempat Curiga Diawasi 3 Pria Saat Makan Soto di Karanganyar, Ternyata Dibuntuti Intelijen
February 05, 2026 06:35 PM

 

SERAMBINEWS.COM, KARANGANYAR – Ketua Tim Media DPP Gerakan Rakyat, Fajar Satriyawan Wahyudi, mengungkapkan momen ketika Anies Baswedan sempat merasa gerak-geriknya diawasi oleh intelijen saat berada di Karanganyar, Jawa Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026), tepat setelah salat Jumat atau sekitar waktu makan siang.

Saat itu, Anies tengah menjalani agenda peresmian jembatan penghubung desa di kawasan Sambirejo, Karanganyar.

Di sela-sela kegiatan resmi, Anies menyempatkan diri makan siang di Warung Soto Mbok Giyem.

Namun, saat berada di warung tersebut, Anies memperhatikan keberadaan sejumlah pria berpakaian sipil yang dinilainya menunjukkan gerak-gerik tidak biasa, seolah sedang memantau.

“Alih-alih merasa terganggu atau menghindar, Mas Anies justru menghampiri ketiga pria tersebut,” kata Fajar dikutip dari Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Video momen tersebut kemudian viral di media sosial dan beredar luas sejak 1–2 Februari 2026.

Baca juga: AKP Devi Iswandi Syahputra Jadi Kasat Intel Polres Aceh Singkil, Iptu Zulmahrita Pindah ke Langsa

Ajak Bercanda dan Foto Bersama

Fajar menjelaskan, Anies memilih bersikap terbuka dan santai meski sempat merasa diawasi.

Ia mendatangi ketiga pria tersebut dan mengajak mereka berbincang secara langsung.

Dalam percakapan itu, Anies menanyakan asal satuan mereka.

Ketiganya mengaku berasal dari Kodim Karanganyar dan Korem setempat.

Salah satu dari mereka menyampaikan bahwa kehadiran mereka di warung soto tersebut hanya kebetulan, karena baru saja menyelesaikan kegiatan lain dan singgah untuk makan siang.

Menanggapi penjelasan itu, Anies tertawa dan mengucapkan terima kasih karena merasa sudah “ditemani”.

“Pertemuan itu berlangsung cair dan diakhiri dengan foto bersama. Mas Anies bahkan sempat menitipkan salam untuk komandan mereka sebagai bentuk apresiasi karena merasa ‘dijaga’,” ujar Fajar.

Baca juga: Anies Baswedan ke Aceh Tamiang Bawa Bantuan, dan Semangati Korban Banjir

TNI Beri Klarifikasi

Menanggapi viralnya video tersebut, Kodam IV/Diponegoro memberikan klarifikasi.

Pihak TNI menegaskan bahwa keberadaan anggota di warung soto tersebut murni kebetulan dan tidak ada perintah khusus untuk melakukan pengawasan intelijen terhadap Anies.

Menurut TNI, para anggota tersebut memang sedang makan siang setelah memantau wilayah, dan tidak memiliki agenda khusus terkait kunjungan Anies.

Fajar menyatakan pihak Anies telah menerima klarifikasi tersebut dan tidak berniat memperpanjang polemik.

“Kami memahami bahwa intel berada di warung makan untuk agenda pribadi, yaitu makan siang yang kebetulan bertepatan dengan kedatangan Mas Anies,” ujarnya.

Pilih Fokus Serap Aspirasi Warga

Fajar menambahkan, Anies dikenal sebagai sosok yang terbuka dan gemar berinteraksi langsung dengan masyarakat di ruang publik.

Pertemuan di warung makan dinilai sebagai hal yang wajar, terlebih kuliner kerap menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan.

“Kami memandang kejadian ini sebagai pengingat agar kualitas demokrasi terus meningkat. Harapannya, setiap warga negara, termasuk tokoh publik, dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman tanpa saling curiga,” kata Fajar.

Ia menegaskan Anies memilih untuk tidak larut dalam isu dugaan pembuntutan.

Fokus utama Anies tetap pada penyerapan aspirasi masyarakat Karanganyar serta menikmati kuliner lokal sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi rakyat.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.