Belasan Anak Punk Keroyok Warga Kalipuro Banyuwangi Hingga Tewas
February 05, 2026 07:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Belasan anak punk mengeroyok seorang warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi hingga tewas, Rabu (4/2/2025) malam. Korban tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Pengeroyokan terjadi di pinggir Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa pengeroyok kabarnya telah diamankan oleh aparat Polresta Banyuwangi.

Korban pengeroyokan diketahui bernama Yoseph Bachtiar Irawan (46). Sebelum pengeroyokan terjadi, korban tengah berada di kediamannya yang berada tepat di pinggir jalan raya.

"Kemudian ada tiga anak punk yang mengamen di rumah sebelah. Setelah itu, berpindah ke rumah kakak saya," kata Triyas Oktania, adik kandung korban, saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Satgas Penanganan Banjir Gempol Segera Dibentuk, DPRD Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Entah apa yang terjadi, anak punk tersebut kemudian terlibat cekcok dengan korban. Ketiga anak punk tersebut kemudian lari dan dikejar oleh korban.

"Mereka lari ke arah selatan. Sama kakak saya dikejar. Tidak ada yang tahu pasti juga penyebabnya apa sehingga kakak saya mengejar mereka," ujarnya.

Kejar-kejaran itu terjadi hingga lebih dari 100 meter ke arah selatan. Di lokasi pengejaran itu, tiga anak punk ternyata telah berkumpul dengan balasan kawan mereka.

Di pinggir jalan itu, korban dianiaya secara brutal. Ketika beberapa orang warga datang mendekat, para anak punk lari meninggalkan lokasi.

Para anak punk tersebut sempat dilihat oleh warga menggandol atau menumpang truk yang lewat. Mereka meninggalkan lokasi meninggalkan lokasi ke arah utara.

Salah satu warga yang berada di lokasi sempat melihat anak punk tersebut pergi dengan gaya mengejek ke arah korban. Sementara korban dalam kondisi ambruk tak berdaya.

"Istri kakak saya sempat menyusul ke lokasi. Kakak saya sudah tidak berdaya saat itu," tambah Oktania.

Oleh warga, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka-luka parah di kepala. Korban juga sempat muntah-muntah.

"Sejam setelah di rumah sakit, kakak saya meninggal," sambungnya.

Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait pengeroyokan tersebut. Menurut informasi yang TribunJatimTimur.com terima, beberapa terduga pelaku pengeroyokan telah diamankan oleh aparat. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyuwangi. 

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.