TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap progres pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Tana Tidung yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN.
Gedung perpustakaan daerah ini berada di Jalan Wisma, Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) tidak jauh dari SD Negeri 1 Tana Tidung.
Peninjauan dilakukan Bupati bersama Sekda serta Ketua DPRD dan jajarannya yang juga didampingi Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Tidung.
Dari pantauan TribunKaltara.com terlihat Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengomentari beberapa item yang masih perlu dilengkapi.
Salah satu yang menjadi perhatiannya yaitu kondisi lantai berbahan keramik yang terlihat kotor karena halaman gedung perpustakaan daerah masih berupa tanah yang bahkan didominasi pasir.
Secara progres fisik, Ibrahim Ali menegaskan pembangunan gedung perpustakaan tersebut telah rampung 100 persen.
Namun demikian, masih terdapat beberapa item pekerjaan yang belum terselesaikan akibat penyesuaian anggaran dalam pelaksanaan DAK.
Baca juga: Pemkab Tana Tidung Siapkan Perpustakaan Digital, Akses Buku Perpusnas Bisa Lewat Genggaman
"Hari ini saya monitoring langsung proyek pembangunan gedung perpustakaan. Secara progres pekerjaan sudah selesai 100 persen, tetapi karena pembiayaannya melalui DAK, terjadi beberapa pergeseran sehingga ada item bangunan yang belum terselesaikan," ujar Ibrahim Ali, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, kekurangan tersebut bersifat minor dan masih memungkinkan untuk diselesaikan melalui pergeseran anggaran daerah.
Untuk itu, Bupati telah menginstruksikan Sekretaris Daerah agar menindaklanjuti hal tersebut.
"Tadi saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk menyelesaikan kekurangan itu dengan menambah anggaran melalui pergeseran, karena hanya beberapa item saja dan bisa dianggarkan melalui Program Pelaksanaan Langsung (PL)," jelasnya.
Sementara itu, untuk pekerjaan halaman dan penataan landscape gedung perpustakaan, Bupati mengakui belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
"Untuk halaman memang belum bisa kita kerjakan karena membutuhkan anggaran besar. Kita tetap pikirkan, tapi saat ini kita juga banyak konsentrasi pada program-program pusat pemerintahan," jelasnya.
Menurut perhitungan awal, anggaran yang dibutuhkan untuk penataan landscape diperkirakan mencapai sekitar Rp7 miliar.
Kondisi halaman yang masih berupa tanah juga berdampak pada kebersihan lantai gedung.
"Kalau halamannya masih tanah, tentu lantainya cepat kotor. Berbeda kalau sudah ada landscape, pasti lebih bersih. Tapi kalau dihitung, kebutuhan anggarannya sekitar Rp7 miliar," ungkap Ibrahim Ali.
Meski demikian, Bupati menegaskan agar gedung perpustakaan tersebut segera diluncurkan dan dimanfaatkan masyarakat, tanpa harus menunggu seluruh item pekerjaan rampung sepenuhnya.
"Saya sudah minta supaya ini segera launching agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Walaupun ada beberapa yang belum selesai, itu di lantai atas. Untuk lantai bawah masih bisa digunakan," pungkasnya.
Ia berharap, keberadaan gedung perpustakaan daerah tersebut dapat menjadi sarana peningkatan literasi dan ruang aktivitas edukatif bagi masyarakat Kabupaten Tana Tidung.
(*)
Penulis : Rismayanti