Tak Hanya Siswa, Ibu Hamil dan Balita di Cilacap Terima MBG
February 05, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto yang mulai berjalan sejak 2025 kini diperluas, tidak hanya menyentuh anak sekolah tetapi juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Perluasan sasaran MBG tersebut difokuskan pada penguatan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah utama menekan angka stunting di daerah.


Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak bayi masih dalam kandungan hingga usia dua tahun.


“Mulai dari masa kehamilan, Puskesmas akan memberikan edukasi agar asupan gizi ibu hamil tercukupi dan pemeriksaan dilakukan rutin, lalu setelah bayi lahir pendampingan tetap berjalan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang sangat menentukan kualitas generasi,” kata Hasanuddin, Kamis (5/2/2026).


Ia menyampaikan, penyaluran MBG dilakukan melalui kader Posyandu, Bidan Desa, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan langsung ke rumah warga maupun lokasi layanan.


Hasanuddin menilai, skema penyaluran tersebut diharapkan mampu menjangkau sasaran secara tepat sekaligus mendukung target besar Indonesia Emas 2045.


Dalam rangka memperkuat pendampingan keluarga, Dinas Kesehatan Cilacap mengerahkan sebanyak 4.191 kader yang bertugas melakukan penyuluhan hingga tingkat RT dan RW.


“Pendampingan by name by address memudahkan intervensi, baik untuk penanganan gizi buruk, supervisi layanan KIA dan gizi, konseling remaja, sampai sosialisasi kepada calon pengantin,” ujarnya.

Baca juga: Tunjangan Rumah DPRD Banyumas Dihitung Ulang, Diserahkan Lembaga Appraisal


Selain itu, layanan kesehatan ibu dan anak juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dokter spesialis anak dalam kegiatan pendampingan kesehatan anak.


Untuk memastikan kualitas menu MBG, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menggelar pelatihan bagi 150 tenaga ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.


“Pelatihan ini agar makanan MBG yang diberikan benar-benar memenuhi angka kecukupan gizi, seimbang antara karbohidrat, protein, dan vitamin, sehingga manfaatnya optimal,” pungkas Hasanuddin. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.