TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
BMKG berikan peringatan, warga Kalimantan Timur diminta siaga. Munculnya bibit siklon tropis 94W di Pasifik kini mulai mengancam stabilitas cuaca di Kalimantan Timur.
Karena itulah membawa potensi hujan ekstrem hingga kenaikan gelombang laut di Kalimantan Timur.
Hal ini menyusul terdeteksinya Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik, tepatnya di sekitar wilayah Filipina.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Bakal Didominasi Hujan, Gala Puncak Basah Sejuk
Bibit siklon ini merupakan tahap awal pembentukan badai tropis yang ditandai dengan sistem tekanan udara rendah, awan konvektif tebal, serta kecepatan angin berkisar antara 15 hingga 34 knot.
Keberadaan sistem ini diprediksi menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika cuaca di Kaltim dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Bidang Data BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita, menjelaskan bahwa sistem tekanan rendah ini memberikan dampak tidak langsung bagi Bumi Etam.
Jika siklon terbentuk, pola angin di Kalimantan Timur akan mengalami belokan dan melambat (konvergensi).
"Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah kita,” jelas Carolina yang dikutip TribunKaltim.co pada Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan 25 Januari, Berawan Sepanjang Hari hingga Gala Puncak Ada Kilatan Petir
Meskipun bibit siklon ini diperkirakan cenderung melemah saat melintasi daratan Filipina, BMKG mewaspadai potensi penguatan kembali saat sistem tersebut memasuki perairan terbuka.
Selain memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir, fenomena ini juga berdampak pada kondisi perairan.
Berikut adalah detail potensi dampaknya:
Di perairan Kalimantan Timur, gelombang diperkirakan mencapai 1,25 meter, sementara di wilayah laut terbuka bisa meningkat hingga 2 meter.
Masyarakat di Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, Samarinda, Bontang, hingga Kota Balikpapan diimbau waspada dalam 2-3 hari ke depan.
Hingga saat ini, BMKG belum mendeteksi adanya potensi banjir rob.
Namun, kombinasi hujan lebat dan angin kencang dapat memicu kenaikan gelombang secara tiba-tiba.
Situasi Terkini di Balikpapan
Hingga pukul 19.00 Wita, Kamis (5/2/2026), pantauan di lapangan menunjukkan sebagian wilayah di Balikpapan Utara mulai diguyur hujan.
Area seperti Gala Puncak (Perum Pesona Bukit Batuah), Bukit Taman Sari, Kampung Madinah, hingga Bangun Reksa di Kelurahan Graha Indah terpantau basah setelah sebelumnya sempat panas terik di siang hari.
Carolina menambahkan bahwa Kaltim saat ini memang masih berada dalam puncak musim hujan sepanjang Februari, sebelum memasuki masa transisi (pancaroba) pada April hingga Mei mendatang.
Baca juga: 5 Daerah di Kaltim Waspada Cuaca Ekstrem Pagi Ini! BMKG Rilis Peringatan Dini Hari Ini 31 Jan 2026
"Potensi angin puting beliung di daratan relatif rendah, namun kewaspadaan tetap utama, terutama bagi warga yang beraktivitas di wilayah perairan," tutupnya.
Sumber Data: BMKG Kaltim 2026
(*)