3 Fakta Jembatan Mahulu Ditabrak dari Sungai dan Darat, Minimnya Penerangan Jadi Bahan Evaluasi
February 05, 2026 08:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kondisi penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu),Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, kembali menuai perhatian publik setelah sebuah truk logistik menabrak portal jembatan sementara pada Kamis (29/1/2026) malam.

Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di area tersebut diduga menjadi salah satu faktor penyebab insiden.

PJU adalah fasilitas lampu penerangan yang dipasang di jalan atau jembatan untuk menjamin keselamatan pengguna, terutama saat malam hari.

Baca juga: 3 Fakta Pengujian Jembatan Mahulu Samarinda: Metode hingga Hasil Proses Analisis

Kegelapan di atas jembatan saat malam ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Warga mengeluhkan keterbatasan pencahayaan yang dinilai membahayakan, khususnya bagi kendaraan logistik yang melintas.

Padahal, Jembatan Mahulu merupakan infrastruktur vital yang menopang aktivitas ekonomi dan distribusi barang di Samarinda.

ROBOH - Portal pembatas kendaraan berat di Jembatan Mahulu, Kota Samarinda roboh usai di tabrak truk logistik, Kamis (29/1/2026) malam. (TribunKaltim.co / Raynaldi Paskalis)
ROBOH - Portal pembatas kendaraan berat di Jembatan Mahulu, Kota Samarinda roboh usai di tabrak truk logistik, Kamis (29/1/2026) malam. (TribunKaltim.co / Raynaldi Paskalis) (TRIBUN KALTIM/Raynaldi Paskalis)

Evaluasi Penerangan oleh Pemprov Kaltim

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa lampu penerangan di Jembatan Mahulu termasuk bagian dari utilitas jembatan yang pemasangannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kami akan evaluasi terlebih dahulu lampu penerangan yang ada saat ini agar dapat optimal,” ujarnya.

Rencana Penambahan CCTV

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penerangan, tetapi juga berencana menambah fasilitas pengawasan visual.

“Ke depan memang nanti mau kita anggarkan termasuk CCTV di bawah kolong maupun di fender,” jelasnya, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Usai Ditabrak Tongkang, Hari ini PUPR PERA Kaltim Kembali Uji Beban Jembatan Mahulu Samarinda

Menurut Muhran, pemasangan CCTV penting untuk menjaga keamanan struktur jembatan.

Hal ini terkait dengan insiden berulang, di mana tercatat sudah tiga kali pilar jembatan ditabrak kapal tongkang batu bara yang melintas di bawahnya.

Kamera pengawas diharapkan dapat menjadi bukti valid jika insiden serupa kembali terjadi.

Anggaran dan Realisasi

Muhran mengakui bahwa anggaran murni tahun ini sudah disahkan, namun estimasi biaya pemasangan belum dihitung secara rinci.

Kendati demikian, pihaknya berupaya agar realisasi pemasangan penerangan tambahan dan CCTV dapat dilakukan tahun ini melalui anggaran perubahan.

“Kami akan coba mudah-mudahan bisa segera kita pasang,” pungkasnya.

Sebelumnya Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud juga sudah meminta agar Jembatan Mahulu ini dipasang CCTV. (*)

Jembatan ini dikenal sebagai jalur vital distribusi logistik di Samarinda, sehingga setiap gangguan berpotensi besar memengaruhi aktivitas ekonomi kota.

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan serangkaian pengujian teknis pada Rabu (4/2/2026).

Baca juga: 3 Fakta Jembatan Mahulu di Samarinda Kembali Ditutup Besok, Usai Tiga Kali Ditabrak

Uji Dinamik

Pengujian difokuskan pada uji dinamik, yaitu metode analisis struktur dengan melihat getaran yang timbul akibat beban tertentu.

Tenaga Ahli Struktur UGM, Christopher Triyoso, menjelaskan bahwa setiap bangunan memiliki frekuensi getaran alami yang berkaitan dengan tingkat kekakuan.

“Apabila kekakuannya berubah, maka frekuensi dari struktur itu juga akan berubah,” ujarnya.

Metode Pengujian di Lapangan

Dalam praktiknya, tim menggunakan truk roda enam jenis Mitsubishi Canter berbobot sekitar delapan ton.

Truk dijalankan melewati bidang kejut berupa plat besi setinggi 20 cm dari permukaan aspal.

Hentakan tersebut menghasilkan getaran mendadak yang kemudian dianalisis untuk melihat respons jembatan.

Pengujian difokuskan pada bentang yang berkaitan langsung dengan pilar jembatan yang sebelumnya tertabrak tongkang.

JEMBATAN MAHULU SAMARINDA - Soal bouy atau tempat tambat kapal tongkang yang diduga liar dan tak sesuai ketentuan kini tengah disorot, terlebih pasca insiden berulang yang kembali menabrak Jembatan Mahulu pada Minggu (25/1/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) (TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy)

Parameter kesehatan jembatan merujuk pada regulasi Surat Edaran Bina Marga, dengan indikator utama berupa perbandingan nilai frekuensi saat ini dengan data pengujian sebelumnya.

Jika data lama tidak tersedia, analisis dilakukan melalui pemodelan tiga dimensi (3D).

Proses Analisis

Christopher menegaskan bahwa hasil pengujian tidak bisa langsung disimpulkan di lapangan.

 Data yang dihimpun membutuhkan waktu analisis sekitar satu minggu sebelum status final kelayakan jembatan diumumkan.

Baca juga: Jembatan Mahulu Samarinda Sudah 3 Kali Ditabrak Ponton, Ananda Moeis Soroti Kinerja KSOP dan Pelindo

“Kira-kira seminggu untuk kita memproses datanya,” jelasnya.

Hasil analisis frekuensi dan pemodelan 3D ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah perbaikan atau penguatan Jembatan Mahulu.

Masyarakat diimbau bersabar menunggu hasil resmi demi memastikan keamanan pengguna jembatan.

Jembatan Ditutup Sementara Selama Pengujian

Pengujian pertama telah dilakukan sebelumnya pada Sabtu (17/1/2026) lalu setelah insiden kedua ditabrak oleh tongkang.

Jembatan yang menjadi jalur utama kendaraan berat keluar masuk Kota Samarinda itu, telah ditutup secara total pada pukul 10.20 WITA.

Penutupan jembatan ini telah diumumkan oleh Dinas Perhubungan sehari sebelum pengujian ini dilakukan, para pengguna jalan diarahkan untuk mencari jalan alternatif.

Baca juga: 3 Fakta Jembatan Mahulu di Samarinda Kembali Ditutup Besok, Usai Tiga Kali Ditabrak

Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co di lapangan, antrian kendaraan berat di bibir jembatan tidak terlalu menumpuk. Kondisi ini berbeda dengan pengujian sebelumnya yang menyebabkan antrian mengular.

Petugas Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Satpol PP terlihat berjaga di bibir jembatan sambil mengatur lalu lintas dan memberikan pengertian kepada para pengemudi untuk bersabar menunggu.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menjelaskan pengujian ini merupakan respons terhadap insiden ketiga ditabrak oleh tongkang.

"Jadi ingin menyampaikan kembali bahwa kami melakukan kembali uji dinamis dan uji non destructive test (NDT) ini karena kejadian di tanggal 25 Januari 2026," ujarnya.

3 Kali Ditabrak Tongkang Batu Bara

Berdasarkan catatan Tribunkaltim, Jembatan Mahulu telah tiga kali ditabrak oleh kapal tongkang yang menimbulkan kerusakan pada jembatan.

Insiden pertama, pada Selasa (23/12/2025), tiga buah pelindung jembatan atau fender dilaporkan hilang tersapu arus Sungai Mahakam.

Kerusakan kembali terjadi pada Minggu (4/1/2026) dini hari, ketika salah satu struktur jembatan kembali tertabrak hingga menyebabkan salah satu pilar mengalami kerusakan rompal.

Kemudian kejadian ketiga, tertabraknya kembali fender dan pilar di Pilar P9 dan P10 yang secara visual tidak mengalami kerusakan yang serius.

Muhran bilang pengujian kali ini menggunakan tenaga ahli yang sama dengan pengujian sebelumnya. 

Dia juga menambahkan, pengujian kedua jni sebenarnya ingin dilakukan sesegera mungkin, namun tim uji tengah berada di Ambon sehingga hari ini baru bisa dilaksanakan.

UJI BEBAN - Uji dinamis dan uji non destructive test (NDT) kedua yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di jembatan Mahulu, Samarinda. Rabu (4/2/2026)
UJI BEBAN - Uji dinamis dan uji non destructive test (NDT) kedua yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di jembatan Mahulu, Samarinda. Rabu (4/2/2026) (TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)

Selain itu, cuaca hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak pagi membuat pengujian sedikit molor dari jadwal yang ditentukan.

"Mohon maaf juga ini seharusnya tadi pagi jam 8, karena kondisi dan keadaan hujan baru kita laksanakan," jelasnya.

Lebih lanjut, Muhran berharap pengujian dapat berlangsung cepat, sehingga pihaknya dapat membuka lalu lintas sebelum jadwal yang ditentukan pada pukul 16.00 WITA.

Untuk hasil pengujian ini, nantinya akan keluar dalam waktu seminggu dari dilaksanakannya pengujian.

Muhran juga membeberkan hasil uji dinamis dan uji NDT pertama pada Sabtu (17/1/2026) lalu yang menunjukkan jembatan masih dalam kondisi aman.

"Jadi yang kemarin hasil pertama adalah memang kondisi ini sebenarnya jembatan kita sehat dan aman sebenarnya. Tetapi kami menyampaikan kembali ke masyarakat, kami artinya mengambil langkah kehati-hatian. Karena dengan tabrakan ketiga tentu saja kita juga belum bisa memastikan," paparnya.

Muhran juga meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat penutupan total lalu lintas kendaraan di Jembatan Mahulu. Dia meminta masyarakat memahami kondisi yang terjadi demi keselamatan bersama.

"Ini kami sampaikan ke masyarakat bahwa kami, mohon maaf yang sebesar-besarnya ketidaknyamanan ini, tapi ini demi kepentingan kita bersama menjaga keamanan, keselamatan dan kesehatan daripada jembatan yang merupakan aset kita bersama," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.