TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ade Arief Mochtar merupakan seorang profesional banker yang telah meniti karier di Bank Mandiri selama 31 tahun.
Putra asli Palembang, tepatnya dari kawasan Tangga Buntung, ini dikenal sebagai sosok yang berproses dari bawah hingga mencapai posisi strategis saat ini.
Ade Arief Mochtar merupakan alumnus Universitas Sriwijaya dan sempat dikenal sebagai Bujang Palembang 1992.
Ade juga pernah aktif sebagai Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia Kota Palembang (2017-2021) dan pemegang Sabuk Hitam DAN III International Kukkiwon.
Kariernya di Bank Mandiri dimulai dari posisi auditor, sebelum kemudian menapaki berbagai jenjang jabatan hingga dipercaya menjabat sebagai Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region II Sumatera 2.
Ia resmi mengemban amanah sebagai RCEO Bank Mandiri Region II Sumatera 2 sejak Agustus tahun lalu.
Meski baru beberapa bulan menjabat di Palembang, Ade mengaku merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Selain karena merupakan kelahiran Palembang, ia juga pernah bertugas di kota ini selama kurang lebih lima tahun sebelumnya dengan jabatan Deputi bussiness dan deputy suport.
Dalam setiap penugasan, Ade mengaku selalu menikmati proses karier yang dijalani.
Menurutnya, tidak ada kesuksesan yang instan. Semua bisa dipelajari sepanjang memiliki kemauan. Prinsip yang selalu ia pegang adalah “kalau tidak bisa, bertanya; kalau tidak tahu, belajar.”
Dengan prinsip tersebut, ia berupaya menjalani setiap penempatan dan tanggung jawab secara maksimal.
"Setiap pekerjaan memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipatuhi, sehingga tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan selama mau belajar dan mengikuti aturan yang berlaku," kata Ade saat menjadi narasumber Tamu Tribun, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Bank Mandiri dan Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Siap Kolaborasi Dukung Program Pemerintah
Baca juga: Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel Jalin Silaturahmi Bersama Bank Mandiri Regional II/ Sumatera 2
Ke depan, Ade berkomitmen untuk mengunjungi seluruh kantor cabang Bank Mandiri di wilayah Region II Sumatera 2 yang berjumlah 214 kantor cabang.
Angka 214 memiliki makna tersendiri, yakni Region 2 Bersatu dengan 4 Tujuan. Empat tujuan tersebut meliputi meningkatkan potensi cabang, memaksimalkan pola kerja, menjaga integritas pegawai, serta memperkuat kolaborasi.
Seluruh upaya tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan profit sekaligus menegaskan kehadiran dan peran Bank Mandiri di tengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, kunjungan langsung ke cabang penting untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para pegawai, sekaligus melihat secara langsung kondisi di lapangan.
"Seluruh pegawai Bank Mandiri merupakan satu kesatuan yang harus saling mendukung demi menyukseskan berbagai program perusahaan, meningkatkan kinerja, serta mendorong pertumbuhan profit secara berkelanjutan," tambahnya.
Di bawah kepimpinannya, Ade punya program Bedebis yakni Bedah Daerah dan Ekosistem Bisnis Sustain atau bedebis dalam bahasa Palembang punya arti gerak cepat dan sigap.
Ade mengatakan Bank Mandiri Region II Sumatera 2 saat ini juga fokus meningkatkan peran pembiayaan sebagai pendorong UMKM untuk naik kelas.
Di Sumsel telah disalurkan kredit UMKM sebesar Rp 3,7 Triliun kepada 31 ribu pelaku UMKM.
Untuk KUR bank mandiri memberikan pembiayaan total 2,9 T pada 25,9 ribu debitur dengan skema yang terjangkau dan proses yang mudah melalui perluasan akses pembiayaan dengan 71 cabang dan 204 sales produktif yang berfungsi sebagai pedamping pelaku usaha dalam pengembangkan bisnisnya.
UMKM yang mendapatkan pembiayaan berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, perkebunan, pertanian, hingga sektor lainnya.
Menurut Ade, sektor kuliner masih mendominasi pembiayaan UMKM di wilayah Sumatera. Selain itu, kondisi topografi Sumatera Selatan yang didominasi oleh kawasan perkebunan dan pertanian juga turut mendorong tingginya pembiayaan di sektor tersebut.
Ia menegaskan, pembiayaan UMKM dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tepat sasaran agar pelaku usaha benar-benar dapat naik kelas.
"Jadi bukan mempersulit pembiayaan tapi kita berikan agar tepat sasaran bukan untuk konsumtif tapi kredit produktif agar usahanya berkembang," kata Ade.
Dia tidak ingin UMKM hanya berhenti sebagai usaha mikro, tetapi diharapkan setelah mendapat pembiayaan dapat berkembang menjadi usaha kecil hingga terus menjadi usaha menengah.
Salah satu contoh UMKM binaan Bank Mandiri yang berhasil adalah Awan Kerupuk, yang kini telah berkembang dan mampu mengekspor produknya ke sejumlah negara.
Selain pembiayaan, Bank Mandiri juga secara rutin menggelar program Wirausaha Muda Mandiri sebagai upaya mendukung pengembangan UMKM.
Program ini mendorong para pelaku usaha untuk menghadirkan ide-ide bisnis inovatif yang kemudian dibina dan didukung pembiayaannya agar dapat tumbuh, sukses, dan naik kelas.
Dia menegaskan bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan pembiayaan silahkan datang langsung ke cabang Bank Mandiri terdekat nanti akan dan staf dan petugas yang akan membantu, mengarahkan dan membina UMKM tersebut mengenai pembiayaan.
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com