Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu pada 2025. Persentase penduduk miskin turun dari 12,08 persen menjadi 11,88 persen, atau berkurang sekitar 0,2 persen.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan penurunan tersebut mencerminkan dampak positif pertumbuhan ekonomi terhadap kondisi sosial masyarakat.
Ketika ekonomi bergerak naik, penurunan tingkat kemiskinan menjadi lebih terlihat.
“Dari 12,08 persen turun ke 11,88 persen. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berkontribusi langsung terhadap penurunan kemiskinan,” ungkap Win Rizal di Bengkulu, Kamis(5/2/2026) pukul 15.55 WIB.
Secara jumlah, penduduk miskin di Bengkulu juga mengalami penurunan. Pada Maret 2025 tercatat sebanyak 252,97 ribu orang, kemudian berkurang menjadi 250,19 ribu orang pada September 2025.
Namun demikian, BPS mencatat dinamika yang berbeda antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Persentase penduduk miskin di kawasan perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 13,23 persen, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 12,34 persen.
“Kalau di perkotaan di Bulan September 2025 tercatat sebesar 13,23 persen, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 12,34 persen,” tutur Win.
Sementara itu, kondisi di wilayah perdesaan menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan perdesaan menurun dari 11,95 persen pada Maret 2025 menjadi 11,19 persen pada September 2025.
Tak hanya dari sisi jumlah, kualitas kemiskinan juga mengalami perbaikan.
Win menjelaskan bahwa tingkat kedalaman kemiskinan menurun, menandakan jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit.
Selain itu, tingkat keparahan kemiskinan juga tercatat menurun, yang berarti distribusi beban kemiskinan di masyarakat menjadi lebih ringan.
“Jadi bukan hanya jumlahnya yang berkurang, tapi tingkat kedalaman dan keparahannya juga menurun. Ini perkembangan yang positif,” jelas Win.
Menurut BPS, kondisi tersebut dapat membantu pemerintah dalam merancang program intervensi pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Win Rizal menekankan pentingnya menjaga tren positif ini dengan memperkuat sektor-sektor ekonomi produktif yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas, sehingga penurunan kemiskinan dapat berkelanjutan di masa mendatang.