TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - 50 orang staf Wakil Presiden RI sudah berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemerintah pun memberi sinyal kuat bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mulai berkegiatan di IKN pada 2026.
IKN adalah proyek pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang dirancang sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Sinyal ini muncul setelah pembangunan Istana Wakil Presiden dinyatakan selesai 100 persen secara fisik, menandai dimulainya fase operasional pemerintahan di kawasan inti IKN.
Baca juga: Penanaman Pohon di IKN Nusantara, Dukung 75 Persen Ruang Terbuka Hijau dan Hidup Berkualitas
Kehadiran Wapres di IKN dinilai menjadi penanda dimulainya fase operasional pemerintahan di ibu kota baru.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan, saat ini fokus pembangunan Istana Wakil Presiden telah bergeser dari pekerjaan fisik ke tahap pengisian interior dan furnitur.
Ia memastikan bangunan utama sudah selesai sepenuhnya.
"Progres fisiknya sudah selesai, tinggal furnitur. Kalau furnitur Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden itu tanggung jawab Sekretariat Negara,” ujar Basuki dikutip dari Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Istana Wapres Siap Ditempati
Basuki menjelaskan, Istana Wakil Presiden dibangun dengan mengusung filosofi arsitektur lokal Kalimantan bertajuk Huma Betang Umai.
Konsep tersebut merepresentasikan nilai kebersamaan, kesetaraan, dan pengayoman yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Dayak.
Baca juga: Intip Istana Wapres Gibran di IKN: Ada Kolam Renang 50 Meter, Siap Dipakai 2026
Selain desain yang menonjolkan identitas lokal, Istana Wapres juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang.
Salah satunya kolam renang berukuran olimpiade sepanjang 50 meter.
Basuki menyebut Gibran telah meninjau langsung bangunan tersebut dan tidak memberikan catatan khusus.
"Enggak ada catatan khusus dari Mas Gibran. Beliau sudah merasa cocok, ada kolam renang olympic size di dalam. Ibu kemarin juga sudah ke sini melihat," kata Basuki.
Rencana aktivitas Wakil Presiden di IKN juga ditandai dengan mulai bergeraknya tim pendukung.
Basuki mengungkapkan, sekitar 50 orang staf Wakil Presiden sudah berada di kawasan IKN untuk melakukan persiapan teknis.
Baca juga: Otorita IKN Target Selesaikan Hunian dan Perkantoran ASN pada 2026, 16 Kementerian Siap Beraktivitas
Persiapan tersebut meliputi survei furnitur, penataan ruang kerja, serta koordinasi operasional di kawasan ASN Tower 1.
Kehadiran staf ini menjadi bagian dari tahapan awal sebelum Wakil Presiden berkegiatan secara rutin di IKN.
Di sisi lain, Otorita IKN juga tengah mempersiapkan hunian dan perkantoran bagi aparatur sipil negara (ASN).
Basuki menyampaikan bahwa pembangunan hunian dan perkantoran ASN tahap pertama telah rampung seluruhnya, sementara tahap kedua masih dikebut.
"Saat ini fokus menyelesaikan pembangunan hunian dan perkantoran tahap dua," ujar Basuki di Penajam Paser Utara, dikutip dari TribunKaltim.co, Rabu (4/2/2026).
Basuki menilai, 2026 menjadi tahun krusial bagi pengembangan IKN karena bertepatan dengan rencana pemindahan ASN dari Jakarta.
Sebanyak 16 kementerian dan lembaga negara dijadwalkan mulai beraktivitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
"Tahun ini sangat krusial pembangunan IKN dengan persiapan pemindahan ASN, kesiapan perkantoran dan hunian jadi perhatian utama," terang Basuki.
Pemerintah menargetkan aktivasi IKN sebagai pusat kerja pemerintahan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.
Sementara itu, target jangka panjang tetap mengarah pada terwujudnya IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. "Harus optimistis tuntas 2028," ujar Basuki.
Ia menegaskan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif akan terus dilanjutkan sesuai rencana.
Dengan rampungnya Istana Wakil Presiden dan mulai bergeraknya aktivitas pemerintahan, IKN kini tidak lagi sekadar kawasan pembangunan, tetapi mulai memasuki tahap fungsional sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. (TribunKaltim.co/ Nita Rahayu/ Kompas.com)