TRIBUNJOGJA.COM - Bagi kebanyakan orang, semua hidangan dingin yang manis dan lembut sering disebut sebagai "es krim". Padahal, jika Anda berkunjung ke kedai pencuci mulut yang otentik, es krim, gelato, dan sorbet adalah tiga entitas yang sangat berbeda, baik dari segi bahan, tekstur, hingga cara pembuatannya.
Agar tidak salah pesan lagi, berikut adalah 5 perbedaan mendasar yang sering bikin salah paham:
Baca juga: Shio-Shio Ini Diramalkan Beruntung Besok Jumat 6 Februari 2026
Perbedaan paling utama terletak pada bahan dasarnya. Es krim tradisional menggunakan lebih banyak krim daripada susu, sehingga memiliki kandungan lemak susu yang tinggi (minimal 10 persen menurut standar internasional).
Sementara itu, gelato menggunakan lebih banyak susu daripada krim, sehingga kandungan lemaknya jauh lebih rendah, biasanya sekitar 4 persen hingga 9 persen .
Sorbet adalah yang paling berbeda karena sama sekali tidak menggunakan susu atau produk olahan susu (dairy-free), melainkan hanya campuran buah dan gula.
Es krim diputar atau diaduk dengan kecepatan tinggi saat proses pembekuan untuk memasukkan udara ke dalamnya. Hal ini disebut dengan overrun.
Es krim bisa mengandung hingga 50 persen udara, sehingga teksturnya sangat ringan dan halus.
Sebaliknya, gelato diaduk dengan sangat lambat, sehingga udara yang masuk sangat sedikit. Itulah alasan mengapa gelato terasa jauh lebih padat dan "berat" dibandingkan es krim meski kandungan lemaknya lebih rendah.
Sorbet juga diaduk dengan kecepatan rendah seperti gelato, namun hasilnya sangat berbeda karena ia tidak memiliki lemak atau protein susu sebagai pengikat.
Pernahkah Anda merasa lidah mati rasa sebentar saat makan es krim? Itu karena es krim disajikan dalam keadaan sangat dingin, sekitar $-12$°C hingga $-15$°C, agar teksturnya tetap terjaga.
Sedangkan Sorbet biasanya disajikan pada suhu yang mirip dengan gelato, yaitu sekitar $-6$°C hingga $-9$°C. Sorbet tidak mengandung krim atau lemak. Suhu yang agak "hangat" ini menjaga kristal es di dalamnya tetap halus sehingga memberikan sensasi refreshing yang lumer di mulut.
Sementara itu, gelato disajikan pada suhu yang sedikit lebih hangat, sekitar $-6$°C hingga $-8$°C. Suhu yang lebih hangat ini membuat tekstur gelato tetap lembut (tidak beku keras) dan membantu lidah kita mengecap rasa dengan lebih tajam.
Karena es krim memiliki kandungan lemak yang tinggi, lemak tersebut terkadang "melapisi" lidah dan sedikit menghalangi indra pengecap dalam menangkap rasa yang halus.
Di sisi lain, karena gelato rendah lemak dan sedikit udara, rasanya jauh lebih intens dan pekat. Namun, jika bicara soal rasa buah yang paling murni, sorbet adalah pemenangnya.
Tanpa adanya campuran susu atau krim, sorbet memberikan ledakan rasa buah yang asli dan menyegarkan tanpa gangguan rasa creamy.
Es krim memiliki tekstur yang sangat halus dan cenderung lebih tahan lama di suhu ruang sebelum mencair sepenuhnya karena kandungan udaranya.
Gelato memiliki tekstur yang elastis dan lengket (seperti sutra).
Sementara sorbet cenderung memiliki tekstur yang sedikit lebih kasar atau berbutir karena terbuat dari kristal es buah.
Namun, di tahun 2026 ini, teknik pembuatan sorbet modern sudah sangat maju sehingga banyak sorbet yang kini memiliki kelembutan menyerupai es krim tradisional.
Jadi, jika Anda menginginkan hidangan yang ringan dan dingin, es krim adalah pilihannya.
Jika Anda mendambakan rasa yang padat dan kaya, gelato juaranya.
Namun, jika Anda mencari kesegaran buah yang murni atau sedang menghindari produk susu, sorbet adalah opsi terbaik. Memahami perbedaan ini tidak hanya membuatmu terlihat seperti penikmat kuliner sejati, tapi juga membantu menemukan kepuasan maksimal di setiap suapannya.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)