Atap Bangunan Tua di Blitar Roboh Timpa Kafe Terkena Dampak Gempa di Pacitan
Torik Aqua February 06, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kafe di Kota Blitar mengalami rusak akibat dampak guncangan gempa di Pacitan.

Kafe milik Cornelius Marcelino Wijaya (26) itu terkena reruntuhan bangunan tua yang terguncang gempa.

Peristiwa bermula saat kafe di Jl Mastrip, Kota Blitar baru saja ditutup, saat terjadi guncangan  gempa bumi magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB.

Sejumlah pegawai kafe milik Cornelius masih bersih-bersih di ruang belakang.

Cornelius kemudian menyuruh para pegawainya pulang setelah terjadi gempa.

Baca juga: Bangunan Rumah di Blitar Roboh Terdampak Gempa di Pacitan, Kerugian Ditaksir Rp 70 Juta

Tak lama kemudian, atap bangunan tua di samping kafe milik Cornelius roboh.

Material bangunan rumah menimpa kanopi dan lampu di kafe milik Cornelius.

"Kafe tutup jam 01.00 WIB. Setelah itu terasa ada gempa. Waktu itu, pegawai masih bersih-bersih. Setelah terjadi gempa, pegawai saya suruh pulang," kata Cornelius.

Setelah pegawai pulang, Cornelius masih berada di luar rumah.

Ia berdiri di pinggir jalan depan kafenya.

Mobil miliknya yang biasanya dimasukkan ke halaman setelah kafe tutup, saat itu masih parkir di pinggir jalan.

"Sekitar 30 menit setelah terjadi gempa, bangunan di samping kafe roboh menimpa kanopi kafe. Beruntung, mobil belum saya parkir di halaman kafe," ujarnya.

Cornelius mengatakan, guncangan gempa Pacitan terasa sangat keras di Kota Blitar.

Saat terjadi gempa, bangunan tua di samping kafenya masih tetap berdiri, tidak ada tanda-tanda roboh.

Beberapa saat setelah gempa, ia baru mendengar suara seperti benda retak dari bangunan di samping kafe.

"Terdengar suara 'krek, krek, krek'. Saya kira temboknya retak. Ternyata bangunan atapnya roboh," katanya.

Menurutnya, bangunan di samping kafenya memang sudah tua dan kondisinya kosong.

Bangunan tersebut sudah lama tidak terawat.

"Bangunan ini sudah lama kosong. Kalau temboknya sepertinya masih kuat, karena model bangunan lama yang bata dindingnya dobel. Kayu atapnya yang sudah lapuk," ujarnya.

Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan ada satu laporan bangunan rumah tua roboh menimpa kafe di Jl Mastrip, Kota Blitar, dampak gempa di Pacitan.

Petugas BPBD sudah mengecek ke lokasi dan melakukan asesmen pada Jumat dini hari.

"Bangunan rumah roboh menimpa kafe. Pagi ini, kami lanjutkan pembersihan material di lokasi supaya kafe bisa buka lagi," kata Agus.

Dikatakannya, usia bangunan rumah yang roboh sudah tua dan kondisinya kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Untuk kerugian materiil masih dihitung. Korban jiwa nihil. Sementara baru ada satu laporan ini di Kota Blitar akibat dampak gempa Pacitan," ujarnya. (sha)

Bangunan tua ambruk

Bangunan rumah tua di Jl. Mastrip, Kota Blitar, roboh setelah diduga terkena imbas guncangan gempa di Pacitan.

Gempa magnitudo 6,4 itu terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang juga berdampak sampai ke sejumlah wilayah di sekitarnya, termasuk Kota Blitar, Jumat (6/2/2026) dini hari.

Jarak antara Kota Blitar dengan Pacitan sekitar 120 kilometer jika ditempuh via jalur darat.

Guncangan gempa yang berpusat di 90 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan.

Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan, BPBD mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya bangunan tua di Jl. Mastrip, Kota Blitar roboh dampak gempa Pacitan pada Jumat (6/2/2026) pukul 02.11 WIB.

Baca juga: Gempa di Pacitan Membuat Atap Teras Rumah Ambruk saat Warga Lari Menyelamatkan Diri

"Untuk sementara, kami menerima satu laporan bangunan rumah di Kota Blitar roboh efek gempa Pacitan," kata Agus.

Ukuran bangunan rumah yang roboh, yaitu, panjang 10 meter dan lebar 5 meter.

Bangunan rumah yang roboh di bagian atap dan bangunan samping rumah.

"Kami langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan memasang garis polisi," ujarnya.

Dikatakannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sedang kerugian materiil akibat bangunan rumah roboh ditaksir sekitar Rp 70 juta.

"Korban jiwa nihil, kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 70 juta," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi mengatakan, belum ada laporan dampak gempa Pacitan di wilayah Kabupaten Blitar.

Ia sudah meminta petugas BPBD untuk terus memonitor situasi di lapangan pasca gempa Pacitan.

"Sampai sekarang belum ada laporan masuk terkait dampak gempa Pacitan di Kabupaten Blitar. Kami terus memonitor di wilayah," katanya. (sha)

Teras rumah warga di Pacitan roboh

Gempa di Pacitan membuat sejumlah rumah dilaporkan rusak.

Sejumlah rumah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terkena dampak gempa yang mengguncang Pacitan, Jumat (6/2/2026). 

Gempa terjadi di saat warga sedang terlelap tidur.

BPBD melakukan asesmen di lapangan.

Baca juga: Guncangan Gempa di Pacitan sampai Bangunkan Warga di Ponorogo yang sedang Tidur

“Iya ada beberapa laporan kerusakan. Kami masih melakukan asesmen di lapangan,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko.

Satu di antara bangunan yang terdampak adalah rumah milik Sumarno, di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim.

Rumah Sumarno, pada bagian teras rumahnya dilaporkan ambruk saat gempa terjadi.

Terlihat, puing-puing bangunan seperti material dinding serta tiang penyangga runtuh. 

Tak hanya itu, juga berserakan di depan rumah.

Sumarno menuturkan, saat gempa mengguncang Pacitan, dia dan keluarganya tengah terlelap tidur.

Kemudian terbangun karena merasakan guncangan.

Pun segera bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Guncangan yang cukup keras itu, membuat bagian teras rumahnya roboh.

“Lari saja saya dan keluarga. Eh teras roboh,” kisahnya.

Beruntung, jelas dia, tidak ada anggota keluarga yang berada di area tersebut saat kejadian.

Semua berada di luar bagian rumah.

Sehingga tidak sampai menimbulkan korban luka.

Dia mengaku saat ini memilih tetap di rumah.

Namun dalam mode waspada. Dia masih khawatir ada gempa susulan.

Selain bangunan teras milik Sumarno, dapur milik Agus Susanto yang juga di Kelurahan Ploso dilaporkan ambruk akibat tidak mampu menahan guncangan gempa.

Dinding dan atap dapur runtuh dan menimpa berbagai perabot rumah tangga yang berada di dalamnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Saya sendiri di dalam rumah, masih terjaga. Karena memang habis ronda. Ada seperti roboh. Ternyata dapur saya,” papar Agus.

Agus mengaku dapur yang berada di bagian belakang rumah roboh seketika ketika guncangan terasa cukup kuat.

Puing-puing bangunan dilaporkan tidak sampai mengenai pemilik rumah.

Warga diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan berikutnya, serta segera melaporkan jika ditemukan kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan.

Warga Ponorogo juga terdampak

Warga Ponorogo ikut panik setelah merasakan gempa mengguncang wilayahnya.

Padahal, pusat gempat tidak tepat di daerahnya.

Pusat gempa dilaporkan terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari.

Berdasarkan akun X BMKG menyebutkan bahwa gempa magnitudo 6,4, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa di Perairan Pacitan Kekuatan 6,4 Magnitudo, Dirasakan Warga Malang hingga Jogja

Lokasi 8,99 Lintang Selatan, 111,18 Bujur Timur.

90 kilometer Tenggara Pacitan, Jatim, kedalaman 10 kilometer.

Walaupun pusat gempa di kabupaten dengan sebutan kota 71 Miles Sea Paradise, getaran dirasakan hingga wilayah Ponorogo.

Sebagian warga pun terbangun dari tidur nyenyaknya.

Satu di antaranya di lingkungan Perumahan Kertosari Indah, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Sejumlah warga keluar dari rumahnya.

Lantaran terasa gempa yang cukup keras mengguncang.

“Kerasa banget gempanya cukup keras dan durasinya agak lama,” ungkap salah satu warga, Ahmad Fauzani.

Dia mengungkap karena getaran yang keras membuatnya terbangun dari tidurnya.

Dia pun langsung mengambil anaknya yang masih balita yang juga tertidur nyenyak.

“Anak saya tidur nyenyak tadi langsung saya ambil. Baru kali ini lo yang goncangannya keras,” terangnya.

Warga Ponorogo lain, Sayekti Milan, mengaku hal yang sama.

Menurutnya, gempa yang berpusat di kabupaten dengan sebutan 1001 Goa ini cukup keras.

“Baru kali ini gempa membangunkan saya karena goncangannya cukup keras. Beh buanter tenan mbak,” terang warga Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, menyatakan belum ada laporan akibat gempa Pacitan.

“Kalau sekarang belum ada laporan kerusakan akibatnya. Tapi ndak tahu kalau besok pagi,” pungkas mantan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DIPERTAHANKAN) ini.

Guncangan dirasakan sampai Malang

Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan cukup besar yakni 6,4 SR yang berpusat di wilayah Perairan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dinihari.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa berada di laut 90 KM Tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Gempa ini berkekuatan 6,4 magitudo dari kedalaman 10 KM koordinat lokasi 8,99 LS-111,18 BT

Getaran gempa ini dirasakan oleh sebagian besar warga di Kota-kota besar di Jawa Timur seperti Malang, Blitar, dan sekitarnya.

Bahkan, pantauan TribunJatim.com dari media sosial X (Twitter) getarannya dirasakan sampai ke wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah.

Menurut keterangan dari situs BMKG, gempa di wilayah Pacitan ini tidak berpotensi tsunami.

Tangkapan layar pengumuman BMKG soal gempa yang bersumber di Pacitan
GEMPA BUMI - Tangkapan layar BMKG terkait gempa yang ada di Perairan wilayah Pacitan Jawa Timur. Warga Malang hingga Jogja merasakan getarannya, Jumat (6/2/2026) dinihari

Hal itu terekam dalam berbagai cuitan dan status warganet di wilayah Malang hingga Jogja sekitarnya ketika gempa melanda.

Beberapa diantara mereka mengaku tinggal cukup dekat dengan titik pusat gempa dan merasakan getaran yang cukup lama.

"Gempa barusan dini hari  yg semarang, magelang, jogja, malang, surabaya kerasa semua. Agak luas ya :”)" ungkap seorang warganet di platform Threads.

Getaran gempa yang terjadi dinihari ini membuat beberapa warga yang belum tidur ikut merasakannya.

"Ya Allah gempa lagi. Kroso banget di malang.. Pusat nya di mana ya. Baruu mau tidur. "
 
Bahkan, ada yang menceritakan kondisi saat tengah berada di pusat kesehatan seperti gedung rumah sakit dan merasa ketakutan.
 
"Astagfirullah gempa kenceng bgt dan lumayan lama di malang , mana lg di lantai 3 RS , kerasa bgt"

Tangkapan layar curhatan warganet di Threads yang terkena gempa
GEMPA BUMI - Tangkapan layar komentar warganet yang menceritakan detik-detik menegangkan ketika gempa 6,4 Magnitudo di Pacitan melanda Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dinihari.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.