Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kecamatan Jatiyoso menilai relokasi warga terdampak longsor di Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, belum menjadi langkah mendesak.
Saat ini, aspek keselamatan warga dan mitigasi risiko masih menjadi prioritas utama pasca bencana tanah longsor yang terjadi Selasa (3/2/2026) lalu.
Camat Jatiyoso Mahmud Azis Arifin mengatakan pemerintah masih memfokuskan langkah pada pengamanan lokasi serta pemantauan kondisi wilayah yang masih diguyur hujan.
"Kami masih fokus pada pengamanan lokasi mitigasi risiko dan keselamatan warga dulu," kata Mahmud, Jum'at (6/2/2026).
Mahmud menjelaskan, longsor dipicu karakteristik tanah di lokasi yang merupakan tanah urukan, bukan tanah asli, sehingga lebih rentan bergeser ketika jenuh air akibat hujan deras berkepanjangan.
“Lokasi kejadian itu tanah urukan. Kalau hujan deras terus-menerus, tanah menjadi jenuh air dan daya ikatnya menurun. Akhirnya tanah merosot dan longsor. Di bawahnya juga ada lapisan tanah liat yang ikut memengaruhi,” jelas Mahmud.
Ia menegaskan, secara historis wilayah Dusun Tawang relatif aman dan belum pernah mengalami longsor besar.
Oleh sebab itu, pemerintah belum dapat menyimpulkan perlunya relokasi warga secara permanen.
“Selama ini daerah Tawang relatif aman dan tidak pernah ada kejadian seperti ini, oleh sebab itu, kami tidak bisa serta-merta menyimpulkan harus relokasi,” ungkap dia.
Baca juga: Bencana Longsor di Jatiyoso Karanganyar, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi, Kerugian Capai Rp30 Juta
Mahmud menyebut relokasi masih sebatas opsi yang akan dipertimbangkan setelah hasil kajian teknis lanjutan dari BPBD dan BRIN keluar.
Selain pertimbangan teknis, aspek sosial warga juga menjadi perhatian.
“Relokasi itu bukan hal sederhana. Tidak bisa diputuskan cepat. Selain kajian teknis, ada aspek sosial yang harus dipertimbangkan. Warga di sini memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat, rumah berdekatan, dan butuh privasi. Semua itu harus jadi pertimbangan,” katanya.
Saat ini satu rumah terdampak longsor, di mana pemiliknya mengungsi sementara di rumah tetangga.
Baca juga: Hujan Lebat Picu Longsor, Talud 15 Meter Ambrol Hingga Atap Rumah Warga Jatiyoso Karanganyar Rusak
Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa untuk memastikan keselamatan warga selama cuaca masih belum stabil.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan hasil kaji cepat menunjukkan kondisi masih terkendali. BPBD juga belum mengeluarkan rekomendasi relokasi darurat.
“Untuk saat ini relokasi belum mendesak. Kami melakukan pendataan, pengamanan sementara, dan pemantauan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas,” ungkap Hendro.
Ia menjelaskan longsor dipicu curah hujan tinggi serta jebolnya pipa air bersih yang memperlemah struktur talud dan tanah urukan.
Akibatnya, talud setinggi sekitar 10 meter dengan panjang 15 meter mengalami kerusakan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: Bencana Longsor di Jatiyoso Karanganyar, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi, Kerugian Capai Rp30 Juta
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BPBD menyiapkan pemasangan Early Warning System (EWS) di titik rawan longsor dan terus berkoordinasi dengan BRIN untuk memperkuat dasar pengambilan kebijakan.
"Sebagai langkah mitigasi lanjutan, kami juga menyiapkan pemasangan Early Warning System atau EWS di titik rawan longsor dan koordinasi dengan BRIN terus dilakukan untuk memperkuat dasar pengambilan kebijakan ke depan," pungkas dia.
Satu keluarga di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar terpaksa mengungsi pasca rumahnya terdampak dari tanah longsor.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jatiyoso selama berjam-jam pada Selasa (3/2/2026) itu berujung petaka.
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi tak kunjung reda.
Struktur tanah yang labil tak mampu menahan beban air, hingga akhirnya talud rumah warga ambrol dan menyeret bagian teras bangunan.
Rumah yang terdampak diketahui milik Prasetyo Budi Utomo, warga RT 01 RW 08 Dusun Tawang, Desa Wonorejo.
Hal itu membuat Prasetyo Budi Utomo terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi demi keselamatan.
Baca juga: Hujan Lebat Picu Longsor, Talud 15 Meter Ambrol Hingga Atap Rumah Warga Jatiyoso Karanganyar Rusak
"Akibat kejadian tersebut, 1 keluarga terdiri 3 orang mengungsi," ungkap Camat Jatiyoso, Mahmud Azis Arifin, Rabu (4/2/2026).
Azis mengatakan longsor dipicu hujan deras yang mengguyur Desa Wonorejo selama beberapa jam tanpa henti.
"Intensitas hujan tinggi dan lama yang terjadi wilayah Desa Wonorejo selama beberapa jam mengakibatkan talud rumah milik warga kami longsor," kata Azis.
Longsoran talud menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian teras rumah.
Akibat kejadian tersebut, atap teras rumah dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 4 meter rusak.
Selain itu, talud sepanjang kurang lebih 15 meter dengan tinggi 3 meter ikut ambruk. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Baca juga: Akibat Longsor, Satu Keluarga di Jatiyoso Karanganyar Terpaksa Mengungsi
Pasca-kejadian, warga terdampak terpaksa mengamankan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari longsor susulan.
Aparat setempat mengimbau warga di wilayah rawan agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan di kawasan Karanganyar masih cukup tinggi.