TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan dirinya tak akan ragu untuk melakukan penggantian terhadap kadernya yang tak berkompeten di DPR RI.
Hal itu disampaikan Bahlil saat membuka acara Training of Trainers (ToT) Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bagi seluruh Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).
Bahlil memastikan tidak akan ada lagi perlakuan khusus berdasarkan hubungan personal atau kekerabatan.
"Enggak bisa lagi kita berpikir karena dia anak ini, dia anak teman saya, dia sahabat saya, udahlah," kata Bahlil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini tidak segan untuk melakukan perombakan atau rolling jabatan jika ada kader yang dianggap tidak berprestasi atau tidak mampu bekerja maksimal.
Baca juga: Wajah Semringah Bahlil Lahadalia Setelah Adies Kadir Dilantik Jadi Hakim MK di Istana
"Bahkan mungkin dalam rolling-rolling Fraksi, bagi yang tidak perform, sekalipun dia teman kita Pak Sarmuji (Sekjen Golkar), ya sudah. Kita harus cari pemain pengganti. Karena di Golkar ini semua striker. Ini striker semua. Ini seperti main futsal semalam gitu lho," ucap Bahlil.
"Futsal itu tidak mesti habis pertandingan baru ganti pemain. Tiga menit, capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan gol-nya," sambungnya.
Selain soal performa, Bahlil juga berjanji akan menghapus dikotomi antara kader pusat (Jakarta) dan daerah, serta menghilangkan pengelompokan kader "Kelas A" atau "Kelas B".
Baca juga: 2 Akademisi Lulusan UGM dan IPB Jadi Anggota Dewan Energi Nasional yang Dipimpin Bahlil Lahadalia
Menurut dia, sebagai partai yang lahir dari 97 organisasi berbagai latar belakang, Golkar adalah milik semua anak bangsa, baik yang berlatar belakang TNI-Polri, petani, hingga nelayan.
"Jadi enggak boleh ada yang merasa bahwa ah ini anak Jakarta, ini anak daerah. Udahlah, bahwa kita lahir di daerah dan Jakarta itu fakta. Tapi tidak untuk berada dalam posisioning di Partai Golkar bahwa ada kelas A, kelas B. No, enggak ada itu," tegas Bahlil.