Tak Jemput di Bandara, Prabowo Sampaikan Maaf ke Albanese Saat Pertemuan Resmi
Joanita Ary February 06, 2026 11:14 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat pertemuan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Permohonan maaf itu disampaikan Prabowo karena tidak sempat menjemput Albanese di bandara pada malam sebelumnya, sebuah gestur diplomatik yang mencerminkan etika personal sekaligus kedekatan hubungan kedua negara.

Di hadapan Albanese dan jajaran delegasi kedua negara, Prabowo menjelaskan bahwa ketidakhadirannya di bandara disebabkan agenda rapat yang berlangsung hingga larut malam.

 “Saya mohon maaf karena tidak menjemput Anda di bandara tadi malam. Saya ada rapat sampai jam 10 malam,” ujar Prabowo dengan nada santai namun penuh penghormatan.

Pernyataan itu disambut positif oleh Albanese.

Ia menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Prabowo sekaligus mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah Indonesia sejak kedatangannya di Jakarta.

Menurut Albanese, keramahan tersebut kembali menegaskan bahwa Australia selalu merasa diterima dengan baik di Indonesia.

Albanese juga menyoroti intensitas kunjungannya ke Indonesia sebagai indikator kuatnya relasi bilateral.

Ia menyebut kunjungan kali ini menjadi yang kelima dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, sebuah frekuensi yang jarang terjadi dalam hubungan antarnegara. 

“Saya sudah berkunjung ke sini lebih dari itu, tetapi lima kali dalam waktu kurang dari empat tahun. Dan itu menunjukkan betapa dekatnya hubungan kita,” kata Albanese.

Lebih jauh, PM Australia menekankan bahwa pertemuan di Istana Merdeka bukan sekadar kunjungan simbolik, melainkan momentum strategis untuk membawa hubungan Indonesia–Australia ke tingkat yang lebih kuat.

Ia merujuk pada penandatanganan kesepakatan yang dilakukan dalam rangkaian kunjungan tersebut sebagai fondasi baru kerja sama kedua negara.

“Hari ini dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan itu ke titik terkuat yang pernah ada,” ujarnya.

Pertemuan Prabowo dan Albanese berlangsung dalam suasana akrab namun tetap formal, mencerminkan kemitraan strategis yang semakin matang.

Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan itu juga menjadi ajang penegasan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Gestur permohonan maaf yang disampaikan Prabowo di awal pertemuan pun dinilai menjadi simbol penting dalam diplomasi personal antarpemimpin.

Di tengah dinamika geopolitik regional, pendekatan yang mengedepankan penghormatan dan keterbukaan seperti ini memperlihatkan upaya kedua negara untuk terus menjaga kepercayaan dan kedekatan yang telah terbangun selama ini.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.