WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Sutradara Rudi Soedjarwo kembali menghadirkan karya yang sarat makna.
Kali ini, ia mengangkat tema keluarga dan persaudaraan dalam film terbarunya berjudul Tanah Runtuh, yang baru saja merilis first look di media sosial Instagram.
Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang kerap menyentil isu sosial dan kontroversi, Tanah Runtuh hadir dengan pendekatan yang lebih personal dan humanis.
Baca juga: Rudi Soedjarwo Tandai 25 Tahun Berkarya di Industri Film Indonesia Lewat Film Saat Menghadap Tuhan
Rudi menempatkan anak dengan Down syndrome sebagai salah satu tokoh utama, tanpa menjadikan kondisinya sebagai pusat konflik cerita.
Rudi Soedjarwo menegaskan sejak awal film ini dirancang untuk berbicara tentang kemanusiaan dan penerimaan, bukan tentang keterbatasan.
“Film ini bercerita tentang keluarga dan persaudaraan. Anak dengan Down syndrome kami hadirkan sebagai bagian dari dinamika itu, bukan sebagai masalah yang harus diselesaikan,” ujar Rudi kepada Tribunnews.com, Rabu (4/2/2026).
Tanah Runtuh mengisahkan relasi persaudaraan yang diuji oleh kehilangan serta situasi hidup yang berat.
Mengusung semangat tagar #trbrotherhood, film ini menyoroti ikatan emosional antarsaudara yang saling menopang di tengah kondisi rapuh, baik secara fisik maupun batin.
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada penggambaran karakter anak dengan Down syndrome sebagai bagian utuh dari keluarga. Karakter tersebut ditampilkan memiliki perasaan, kehendak, serta kontribusi emosional yang kuat terhadap orang-orang di sekitarnya.
Alih-alih menjadi objek belas kasihan, sosok anak dengan Down syndrome dalam Tanah Runtuh justru menjadi pengikat emosi cerita.
Ia ikut merasakan duka, cinta, dan ketakutan bersama keluarganya, mempertegas nilai persaudaraan sebagai napas utama film ini.
Menurut Rudi, keputusan menjadikan anak dengan Down syndrome sebagai karakter penting merupakan bentuk keberpihakan pada realitas yang kerap luput dari layar lebar.
Baca juga: Rudi Soedjarwo Garap Film Saat Menghadap Tuhan, Ceritanya tentang Perundungan hingga Self Love
“Mereka ada di sekitar kita, hidup bersama keluarga, punya emosi dan ikatan yang sama kuatnya. Di Tanah Runtuh, kami ingin memperlakukan mereka sebagai manusia seutuhnya,” lanjutnya.
Melalui pendekatan tersebut, Rudi Soedjarwo bersama Denny Siregar Production berharap Tanah Runtuh mampu membuka sudut pandang baru bagi penonton.
Film ini mengajak publik melihat bahwa anak dengan Down syndrome bukan sekadar simbol atau elemen pendukung, melainkan individu yang layak mendapatkan ruang representasi yang adil dan bermartabat dalam sinema Indonesia.
Dirilisnya first look film ini pun memicu rasa penasaran warganet terkait isu dan pendekatan emosional apa yang akan kembali dihadirkan Rudi Soedjarwo dalam karya terbarunya.