SURYA.CO.ID, PONOROGO - Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim) pada Jumat (6/2/2026) dini hari nyaris memakan korban jiwa di Ponorogo.
Nenek Paniem (70), warga Kelurahan Surodikraman, Ponorogo, berhasil lolos dari maut setelah tembok kamarnya roboh saat ia tengah tertidur pulas.
Guncangan hebat yang terasa hingga wilayah tetangga tersebut, membuat separuh bangunan rumah Nenek Paniem mengalami kerusakan serius.
Baca juga: BREAKING NEWS - Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Kuat hingga Ponorogo
Saat gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB, Nenek Paniem sedang berada sendirian di rumah karena anak-anaknya merantau ke luar kota.
Getaran yang sangat kuat tiba-tiba meruntuhkan dinding kamar tempat ia beristirahat, namun beruntung material bangunan tersebut tidak sampai menimpa tubuhnya.
Nenek Paniem terbangun seketika karena suara gemuruh tembok yang ambrol di dekatnya.
Tetangga sekitar langsung berteriak memanggil namanya untuk memastikan keselamatan korban di dalam rumah.
Paniem berhasil merangkak keluar rumah dengan selamat meski dalam kondisi syok berat.
“Pas gempa itu saya masih di kamar. Tembok sudah ambruk. Kemudian tetangga memanggil, saya langsung lari keluar,” ujar Paniem saat ditemui SURYA.co.id pada Jumat sore.
Baca juga: Update Resmi Dampak Gempa Pacitan M 6,4: Rumah dan Sekolah Rusak
Selain kamar tidur yang hancur, bagian dapur rumah Nenek Paniem juga dilaporkan ambrol total akibat guncangan tektonik tersebut.
Sejumlah peralatan elektronik dan alat masak seperti magicom hingga ember hancur tertimbun material bangunan yang jatuh dari atap dan dinding.
Ninik Setyaningrum, anak korban, mengaku langsung bergegas pulang ke Ponorogo setelah menerima kabar darurat dari tetangga mengenai kondisi rumah ibunya.
“Saya sangat kaget karena hampir separuh rumah rusak. Kamar dan dapur rusak total, alat-alat masak juga hancur semua,” tutur Ninik dengan raut sedih.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berikut adalah rincian fakta terkait bencana tersebut:
Mengingat adanya potensi gempa susulan yang sering terjadi pascagempa dangkal, masyarakat diimbau melakukan langkah berikut:
Saat ini, Nenek Paniem memilih untuk mengungsi sementara ke rumah saudaranya karena kondisi rumahnya sudah tidak layak untuk ditempati kembali.