SURYA.CO.ID, SURABAYA - Seorang pemotor pelajar tanpa SIM penunggang Yamaha RX KING tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Sememi, Benowo, Surabaya, pada Jumat (6/2/2026) siang.
Pemotor Yamaha RX King bernopol S-503x-TH yang meninggal dunia itu, laki-laki berinisial DSA (19) warga Menganti Gresik.
Korban meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka parah pada bagian kepala.
Jenazah dievakuasi ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya.
Korban tewas setelah terlibat tabrakan dengan sebuah truk boks.
Pengendara truk boks berinisial CH (59) warga Sidoarjo, dinyatakan selamat menjalani pemeriksaan di Markas Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya.
Baca juga: Korupsi KBS Surabaya: Dana Operasional Buat Plesir ke Singapura
Menurut Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Suryadi, kecelakaan bermula truk boks melaju dari arah barat ke sisi timur.
Kemudian, truk boks bermaksud bermanuver berbelok ke sisi kanan berpindah jalur melalui celah putar balik (U-turn).
"Sesampai di TKP belok ke kanan mau putar balik sehingga terjadi kecelakaan dengan Motor Yamaha RX King S-5030-TH yang berjalan searah di sampingnya," ujar Suryadi saat dihubungi SURYA.CO.ID.
Berdasarkan hasil olah TKP dan mendengarkan keterangan para saksi, Suryadi menduga kecelakaan disebabkan pengemudi truk boks kurang berhati-hati saat bermanuver berbelok.
"Penyebab kecelakaan faktor manusia tidak hati-hati saat belok," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan, Personel Posko Terpadu Barat tiba di lokasi langsung pengecekan ternyata korban dinyatakan meninggal dunia.
"Selanjutnya untuk korban langsung dibawa ke RSUD BDH menggunakan ambulance dari pihak rumah sakit," ujar Linda saat dihubungi.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Driyorejo Gresik, Pria Surabaya Meninggal Ditabrak Truk Tronton
Sekadar diketahui, Satlantas Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kecelakaan beserta fatalitasnya, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, pada Rabu (31/12/2025).
Bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 sejumlah 180 orang. Kemudian, korban luka berat sejumlah 12 orang.
Data tersebut menunjukkan tren penurunan fatalitas kecelakaan sekitar satu persen dibandingkan tahun 2024, yakni jumlah korban meninggal dunia 182 orang.
Namun, mengenai data kejadian kecelakaan pada sepanjang tahun 2025 cenderung meningkat dalam persentase 18 persen, dibanding setahun lalu.
Catatannya, tahun 2025 jumlah kecelakaan 1.762 kasus, sedangkan tahun 2024 sejumlah 1.488 kasus.
"Kami mengedepankan (penindakan pelanggaran melalui) E-TLE. Demikian terhadap pelanggaran lalu lintas cukup fatal kami lakukan penilangan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan di Mapolrestabes Surabaya, pada Rabu (31/12/2025).