TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sebanyak 300 personel gabungan komunitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggelar aksi bersih Pantai Sekeh, Tuban, Kuta, Badung, Bali, Jumat 6 Februari 2026 pagi.
Kegiatan ini merupakan upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir yang berada di sekitar wilayah operasional bandara.
Dari kegiatan tersebut, petugas mengumpulkan sampah pesisir yang berdasarkan estimasi awal mencapai 2 ton lebih.
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan pesisir mendorong partisipasi sejumlah instansi kebandarudaraan dan pemangku kepentingan.
Baca juga: 2 MENTERI Turun Tangan Ikut Ambil Sampah di Pantai Bali, Koster Minta Pemkab & Pemkot Bentuk Satgas!
Kegiatan kolaborasi kali ini selain diikuti PT Angkasa Pura Indonesia - Kantor Regional II dan Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai, juga melibatkan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, TNI AU Lanud I Gusti Ngurah Rai, Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai, Bea dan Cukai, Hotel Patra Jasa Kuta, dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan kawasan pesisir di sekitar bandara memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus aktivitas pariwisata Bali.
“Kawasan pesisir merupakan bagian penting dari ekosistem lingkungan sekaligus mendukung aktivitas pariwisata Bali. Wisata pantai dan laut juga menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan. Karena itu, kami berupaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujar Nugroho Jati.
Ia menambahkan kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Menciptakan dan menjaga lingkungan yang bersih memerlukan keterlibatan banyak pihak. Atas kesadaran kolektif itulah, kami melaksanakan pembersihan Pantai Sekeh sebagai langkah nyata yang akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kawasan pesisir Bali Selatan diketahui memiliki dinamika arus laut yang pada periode tertentu dapat membawa material laut hingga ke garis pantai.
Kondisi tersebut menjadikan kegiatan bersih pantai sebagai langkah preventif dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel gabungan mengumpulkan berbagai jenis sampah pesisir yang didominasi sampah plastik, botol, kaleng, sampah biota laut, kayu, dan material lainnya yang terbawa arus laut.
Petugas juga menurunkan peralatan gergaji mesin untuk memotong bongkahan kayu berukuran besar agar lebih mudah diangkut.
Sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
CEO Regional II PT Angkasa Pura Indonesia, Wahyudi ditemui di lokasi kegiatan, mengatakan kegiatan bersih pantai tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional kebandarudaraan.
"Sinergi yang kuat tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan pekerjaan sebagai penyedia jasa kebandarudaraan, tetapi juga secara luas termasuk dalam menjalankan peran sebagai bagian dari ekosistem lingkungan dan sosial. Kami berupaya memastikan operasional bandara berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan," ucap Wahyudi.
Melalui kegiatan ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berharap kolaborasi lintas instansi dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan Bali yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)