Bersama Melawan Kanker: Dagifa Medical Center Edukasi Deteksi Dini dan Gizi
Mesya Marasabessy February 07, 2026 04:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker semakin digaungkan.

Puluhan peserta yang didominasi kaum perempuan mengikuti kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Bersama Melawan Kanker” yang digelar di Dagifa Medical Center, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus penguatan mental bagi masyarakat, khususnya perempuan, pasien kanker, serta keluarga dan pendamping pasien. 

Para peserta mendapatkan edukasi komprehensif mulai dari pengenalan kanker, deteksi dini, hingga pentingnya gizi dan dukungan keluarga dalam proses pengobatan.

Sesi pertama diisi oleh dr. Zaneta R. Latuheru dengan materi Kenali Kanker Payudara Sejak Dini. 

Dalam paparannya, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga diajak mempraktikkan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) serta memahami pentingnya deteksi awal sebagai kunci meningkatkan peluang kesembuhan.

dr resnawita
LAWAN KANKER - dr. Dewi Resnawita saat diwawancarai TribunAmbon.com usai edukasi kesehatan bertajuk “Bersama Melawan Kanker” yang digelar di Dagifa Medical Center, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (7/2/2026).

Materi kemudian dilanjutkan oleh dr. Dewi Resnawita dengan topik Mengenal Kanker Lebih Dekat. 

Ia menjelaskan secara rinci apa itu tumor dan kanker, mengapa kanker bisa terjadi, tanda-tanda awal yang harus diwaspadai, cara deteksi, hingga langkah tepat yang perlu dilakukan agar tidak terlambat mendapatkan penanganan.

Dokter Dewi diketahui merupakan dokter subspesialis hematologi onkologi medik pertama di Provinsi Maluku. 

Lahir dan besar di Kota Ambon, ia baru saja menyelesaikan pendidikan subspesialisnya di Universitas Hasanuddin dan memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdikan ilmu bagi masyarakat Maluku.

“Dagifa Medical Center berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Ambon, terlebih saya sendiri bergerak di bidang hematologi onkologi medik yang menangani pasien kanker,” ujar dr. Dewi.

Menurutnya, kegiatan ini sengaja digelar bertepatan dengan peringatan World Cancer Day sebagai bentuk kepedulian terhadap penyakit kanker yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. 

Kanker, kata dia, menempati urutan kedua penyakit paling mematikan, sehingga membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

“Kami ingin masyarakat, baik pasien kanker maupun keluarga dan kerabatnya, peduli dan memahami apa itu kanker, mengapa bisa terjadi, serta langkah yang harus dilakukan. Pemahaman ini penting agar penderita kanker tidak merasa terstigma seolah-olah divonis mati,” jelasnya.

Dokter Dewi menekankan bahwa kanker memiliki empat stadium, dan semakin dini terdeteksi maka peluang keberhasilan pengobatan semakin besar. 

Oleh karena itu, pasien kanker harus dirangkul oleh keluarga dan lingkungan agar mendapatkan penanganan yang tepat, mulai dari diagnosis, terapi, hingga perawatan lanjutan.

Ia juga menjelaskan bahwa kanker dikenal dengan istilah remisi, di mana setelah dinyatakan remisi komplit, pasien masih membutuhkan banyak tindak lanjut dan pemantauan. 

Dalam proses ini, peran keluarga menjadi sangat penting, terutama bagi pasien yang masih bekerja atau bersekolah.

“Dengan edukasi yang terarah dan dukungan keluarga, pasien tidak akan merasa sendiri atau depresi. Dampaknya tentu jauh lebih baik bagi keberhasilan terapi,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak berkecil hati dan segera memeriksakan diri jika menemukan gejala awal seperti benjolan atau pendarahan yang tidak normal. 

Langkah awal bisa dimulai dengan berkonsultasi ke puskesmas, lalu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan, terlebih jika memiliki BPJS Kesehatan.

“Intinya, kalau punya BPJS insyaallah sangat terbantu, meski kita tidak memungkiri masih ada kasus yang belum tercover. Harapannya, pemerintah juga terus memperbaiki sistem ke depannya,” ujarnya.

Lebih jauh, dr. Dewi mengingatkan bahwa diagnosis kanker bukanlah vonis kematian. 

Menurutnya, tugas manusia adalah berikhtiar dan saling menguatkan agar pasien kanker tidak merasa sendirian dalam menjalani pengobatan.

“Kita sama-sama melawan kanker, sama-sama mengobatinya, sehingga penderita kanker bisa dirangkul dan tetap memiliki harapan,” tegasnya.

kanker gelar
LAWAN KANKER - Puluhan peserta yang didominasi kaum perempuan hadiri edukasi kesehatan bertajuk “Bersama Melawan Kanker” yang digelar di Dagifa Medical Center, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (7/2/2026).

Selain aspek medis, peserta juga dibekali edukasi Gizi untuk Pasien Kanker oleh dr. Mellyana K. Atmanegara.

Ia mengupas tuntas fakta dan mitos seputar makanan yang sering disalahpahami oleh pasien kanker dan keluarganya.

“Pemenuhan kebutuhan gizi sangat penting untuk mempersiapkan pasien menjalani terapi kanker, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah terapi. Tubuh sebagai ‘rumah’ harus siap mempertahankan daya tahan tubuh,” jelas dr. Mellyana.

Ia menekankan pentingnya screening dan pemantauan gizi secara berkala, serta pendalaman gizi yang terstruktur agar pasien mampu menjalani terapi kanker hingga selesai. 

Tak hanya itu, dukungan psikososial juga disebut sebagai bagian penting dalam persiapan pasien.

“Makan itu bukan sekadar kenyang. Kenyang tanpa gizi tidak cukup. Ibarat motor, tidak hanya diisi BBM, tapi juga harus berkualitas. Kalau bensinnya oplosan, motor bisa mogok di jalan,” ujarnya dengan analogi.

Menurutnya, terapi gizi harus berjalan beriringan dengan terapi kanker agar proses pengobatan berlangsung optimal dan memberikan hasil yang maksimal.

Kegiatan edukasi ini terbuka untuk perempuan dari semua usia, pasien tumor atau kanker, keluarga dan pendamping pasien, serta masyarakat yang peduli pada kesehatan diri sendiri. 

Melalui edukasi ini, diharapkan kesadaran akan deteksi dini meningkat, stigma terhadap kanker berkurang, dan semakin banyak pasien yang berani melangkah untuk berobat lebih awal.

Karena pada akhirnya, deteksi dini adalah kunci, dan melawan kanker bukanlah perjuangan seorang diri, melainkan perjuangan bersama.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.