Prof Rivai Bolotio, Merawat Ilmu dan Menjaga Kearifan
Rizali Posumah February 07, 2026 05:22 PM

 

Oleh: DR Arhanuddin Salim (Dekan FTIK IAIN Manado)

HARI ini 7 Februari 2026, IAIN Manado patut berbangga. Dalam satu momentum akademik yang penting, kampus ini mengukuhkan empat Guru Besar.

Keempat Guru Besar itu adalah: 

1. Prof. Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., [Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Islam]

2. Prof. Dr. Naskur, M.H.I.,[Bidang Ilmu Fikih Mawaris]

3. Prof. Dr. Salma, M.H.I.,[Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Keluarga Islam]

4. Prof. Dr. Sahari, M.Pd.[Bidang Ilmu Pembelajaran Aqidah Akhlak].

Pengukuhan ini bukan sekadar penambahan gelar akademik tertinggi, tetapi peneguhan arah keilmuan IAIN Manado sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus bertumbuh, matang, dan relevan dengan konteks sosial-budaya Sulawesi Utara.

Di antara empat Guru Besar tersebut yaknj Prof. Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., dosen senior FTIK IAIN Manado dan muballigh kondang Manado, menawarkan satu kontribusi keilmuan yang khas dan kontekstual: manajemen pendidikan Islam transformatif berbasis mapalus. 

Di tengah arus besar globalisasi pendidikan dan dominasi pendekatan manajerial modern yang sering kali seragam dan ahistoris, Prof. Rivai justru menghadirkan jalan alternatif: merawat ilmu dengan akar kearifan lokal.

Mapalus sebagai epistemologi, bukan sekadar budaya

Mapalus, yang selama ini dikenal sebagai sistem gotong royong dan solidaritas masyarakat Minahasa, oleh Prof. Rivai tidak diposisikan sebatas etika sosial. 

Ia diangkat menjadi desain epistemologi-cara berpikir, cara mengetahui, sekaligus cara mengelola dalam manajemen pendidikan Islam.

Dalam kerangka ini, lembaga pendidikan Islam tidak dipahami sebagai institusi yang bekerja secara individualistik dan hierarkis, melainkan sebagai ruang kolektif yang hidup dari partisipasi, tanggung jawab bersama, dan kepemimpinan yang melayani. 

Manajemen tidak lagi sekadar soal efisiensi administratif, tetapi ikhtiar memanusiakan manusia.

Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam seperti ta‘āwun, musyawarah, dan ukhuwah, namun diterjemahkan melalui bahasa budaya lokal Minahasa. 

Di sinilah Islam tampil membumi, tidak asing, tidak eksklusif, dan tidak berjarak dengan realitas sosial.

Manajemen Pendidikan Islam yang Bersifat Transformatif kata kunci lain dari pemikiran Prof. Rivai adalah transformatif. 

Pendidikan Islam, dalam pandangan ini, tidak berhenti pada transmisi pengetahuan dan pembentukan kesalehan individual, tetapi diarahkan untuk mengubah struktur kesadaran sosial, membangun keadilan, dan merawat harmoni dalam masyarakat majemuk. 

Manajemen pendidikan Islam tidak netral nilai.

Ia harus berpihak pada penguatan relasi sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta pengembangan institusi pendidikan Islam yang mampu hidup berdampingan secara damai di ruang publik multikultural seperti Manado dan Sulawesi Utara.

Dalam konteks ini, pengukuhan Prof. Rivai bersama Prof. Naskur, Prof. Salma, dan Prof. Sahari menjadi penanda penting bahwa IAIN Manado sedang membangun tradisi keilmuan yang tidak hanya kuat secara normatif, tetapi juga peka secara sosial dan kultural.

Teladan Akademik

Sebagai akademisi dan muballigh, Prof. Rivai menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu harus lantang di mimbar, tetapi juga tenang dalam kerja ilmiah dan konsisten dalam pengabdian. 

Dakwahnya adalah dakwah kultural yang menghubungkan, bukan memisahkan; yang merangkul, bukan menghakimi. 

Ia mengajarkan bahwa puncak keilmuan bukan pada klaim kebenaran, melainkan pada kemampuan menghadirkan ilmu yang memberi manfaat dan makna bagi kehidupan bersama.

Mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada empat Guru Besar IAIN Manado yang dikukuhkan hari ini. 

Secara khusus, selamat kepada Prof. Rivai Bolotio atas kontribusi keilmuan yang berani, kontekstual, dan berakar pada kearifan lokal. 

Semoga ikhtiar ini menjadi cahaya bagi pengembangan pendidikan Islam Indonesia: berakar pada budaya lokal, berpijak pada nilai Islam, dan terbuka bagi kemanusiaan universal. Wallahu a’lam. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.