TRIBUNPEKANBARU.COM - Prestasi membanggakan ditorehkan kader Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Riau. dr. Saverin Julia, yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Senapelan, Kota Pekanbaru.
Ia berhasil meraih Piagam Penghargaan Terbaik ke-3 Nasional sebagai Kader Keamanan Pangan BPOM.
Penghargaan tersebut diberikan setelah dr. Saverin melewati proses seleksi panjang yang diselenggarakan oleh BPOM Pusat Jakarta selama hampir satu tahun.
Dari sekitar 500 peserta Kader Keamanan Pangan se-Indonesia, dr. Saverin berhasil menembus tiga besar nasional dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Regional Barat (Sumatera) yang meraih penghargaan tingkat nasional.
Peserta seleksi berasal dari berbagai latar belakang organisasi perempuan dan profesi, di antaranya WKRI se-Indonesia, organisasi perempuan Islam seperti NU dan Muhammadiyah, WBI (Buddha), WHDI (Hindu), organisasi Konghucu, serta profesi farmasi, apoteker, dan ahli gizi. Proses seleksi dibagi ke dalam empat wilayah besar: Regional Barat, Pusat, Tengah, dan Timur.
Tahapan awal dimulai dengan pelatihan daring selama dua hari, dilanjutkan dengan kewajiban melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan keamanan pangan selama 100 hari.
Setiap kegiatan wajib dilaporkan secara sistematis, lengkap dengan dokumentasi foto, daftar hadir peserta, serta unggahan laporan melalui sistem daring BPOM.
Pada Desember 2025, BPOM menetapkan masing-masing satu pemenang dari tiap regional. dr. Saverin Julia dinobatkan sebagai Pemenang Regional Barat.
Seleksi kemudian berlanjut ke tahap wawancara mendalam terhadap empat pemenang regional, yang dilakukan secara daring selama 30 menit per peserta.
Baca juga: Pengelola Hotel dan Restoran Mesti Ikut Menjaga Kondusivitas di Kota Pekanbaru Selama Ramadan 1447 H
Baca juga: Satu Bulan Lebih, Hampir 12 Hektar Lahan Terbakar di Kota Pekanbaru
Dari tahapan tersebut, BPOM Pusat akhirnya menetapkan tiga Kader Keamanan Pangan terbaik nasional, dengan dr. Saverin meraih peringkat ketiga nasional.
Penghargaan nasional tersebut seharusnya diserahkan bertepatan dengan HUT ke-25 BPOM di Jakarta, Kamis (29/1/2026). Namun karena kendala tertentu, dr. Saverin tidak dapat hadir dan penyerahan penghargaan diwakili oleh BPOM Provinsi Riau.
Selanjutnya, pada Selasa (4/2/2026), Piagam Penghargaan Terbaik ke-3 Nasional beserta bingkisan diserahkan secara langsung oleh Kepala BBPOM Provinsi Riau, Alexander, kepada dr. Saverin Julia di Kantor BBPOM Pekanbaru.
“Sejujurnya saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Ini bukan semata prestasi pribadi, tetapi hasil dukungan banyak pihak, terutama BPOM dan WKRI yang terus memberi ruang bagi kader untuk belajar dan melayani masyarakat,” ujar dr. Saverin Julia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga intinya. Sang suami Agus Sutikno serta ketiga anaknya, Rick, Kathleen, dan Jacqelyn yang setia memberikan dukungan selama proses panjang tersebut.
“Tanpa dukungan keluarga, saya tidak mungkin konsisten menjalankan peran sebagai Kader Keamanan Pangan di tengah tugas sebagai dokter dan pelayan masyarakat,” tuturnya.
Sebagai Kader Keamanan Pangan, dr. Saverin berharap dapat terus menjadi “garam dan terang dunia” melalui edukasi keamanan pangan, baik kepada pasien di Puskesmas Senapelan maupun masyarakat luas.
Ia aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan melalui berbagai organisasi yang diikutinya, seperti WKRI, PSMTI, LPM, TIMA, Relawan Tzu Chi, DPP Paroki Santa Maria a Fatima Pekanbaru, serta IDI Riau dan Kampar.
Edukasi juga dilakukan melalui media sosial dengan memanfaatkan fitur BPOM Mobile dan kampanye Cek KLIK.
“Harapan saya sederhana, semakin banyak masyarakat yang sadar keamanan pangan, tahu cara Cek KLIK, dan memanfaatkan BPOM Mobile. Jika pengetahuan ini menyebar, dampaknya akan sangat besar bagi kesehatan publik,” katanya.
WKRI menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga memiliki kader yang tulus, rendah hati, dan konsisten mengabdikan diri bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa. Prestasi ini menjadi bukti bahwa karya kader WKRI berdampak nyata hingga tingkat nasional,” demikian pernyataan WKRI.
Prestasi dr. Saverin Julia tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan WKRI Riau, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata perempuan dan tenaga kesehatan daerah dalam memperkuat budaya keamanan pangan di Indonesia.