Infaq Kencleng Karasa Dongkrak Partisipasi Warga, UPZ Kertasari 4 Besar Zakat Terbaik di Ciamis
Dedy Herdiana February 07, 2026 08:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Program infaq kencleng “Karasa” (Kertasari Rajin Sedekah) yang digagas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kelurahan Kertasari terus menunjukkan dampak nyata. 

Berkat konsistensi dan pengelolaan yang berkelanjutan, UPZ Kelurahan Kertasari berhasil menembus empat besar UPZ terbaik tingkat Kabupaten Ciamis versi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan penguatan kelembagaan UPZ yang digelar di Aula Kecamatan Ciamis, Sabtu (7/2/2026). 

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk kembali menguatkan peran UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan dan penyaluran dana infaq di tingkat kelurahan.

Keberhasilan UPZ Kelurahan Kertasari masuk jajaran empat besar dinilai sebagai hasil kerja kolektif yang melibatkan UPZ, Pemerintah Kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat. 

Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menggerakkan budaya sedekah melalui program kencleng yang menyasar rumah tangga secara langsung.

Baca juga: Gelanggang Galuh Taruna Bergemuruh, Balad Galuh Nobar PSGC Ciamis vs Persiba Bantul

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Ciamis, Amas Muhammad Tamsis, S.Ag., menegaskan bahwa pembentukan dan penguatan UPZ hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan merupakan amanat regulasi yang harus dijalankan secara serius.

“UPZ memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, agar zakat, infaq, dan sedekah ditunaikan secara tepat, aman, dan sesuai ketentuan syariat,” ujarnya.

Ia menilai, capaian UPZ Kelurahan Kertasari menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana keagamaan.

Senada dengan itu, Ketua UPZ Kecamatan Ciamis, H. Ridwan, memberikan apresiasi atas kinerja UPZ Kelurahan Kertasari. 

Menurutnya, inovasi infaq kencleng “Karasa” merupakan langkah strategis yang efektif dalam membangun kesadaran sedekah di tengah masyarakat.

“UPZ Kelurahan Kertasari bisa menjadi best practice bagi UPZ lain, khususnya di wilayah Kecamatan Ciamis. Inovasi dan pembinaan berkelanjutan seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaat zakat dan infaq benar-benar dirasakan masyarakat,” kata H. Ridwan.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran UPZ sebagai lembaga yang tidak hanya menghimpun, tetapi juga memastikan dana disalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua UPZ Kelurahan Kertasari, H. Use, menjelaskan bahwa capaian masuk empat besar merupakan amanah sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kinerja. 

Ia mengungkapkan, program infaq kencleng “Karasa” telah berjalan selama satu tahun sejak pertama kali dideklarasikan.

“Kencleng Karasa adalah program Kertasari Rajin Sedekah. Setiap rumah memiliki kencleng yang dikumpulkan setiap bulan melalui UPJ, kemudian disetorkan ke BAZNAS,” jelasnya.

Menurut H. Use, dampak program tersebut terlihat signifikan sejak awal pelaksanaan.

Penghimpunan infaq yang sebelumnya hanya sekitar Rp3 juta per bulan melonjak drastis menjadi Rp33 juta pada bulan pertama dan Rp34 juta pada bulan kedua.

Namun demikian, ia mengakui bahwa pada bulan-bulan berikutnya terjadi penurunan penghimpunan hingga sekitar Rp20 juta pada akhir Desember. 

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya partisipasi masyarakat serta menurunnya nominal infaq yang diberikan.

“Meski sempat menurun, UPZ Kelurahan Kertasari tetap mampu bertahan di sepuluh besar, bahkan masuk empat besar penghimpun infaq terbanyak di Kabupaten Ciamis. Ini menunjukkan potensi besar yang masih bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihaknya berharap dapat melakukan penyegaran kembali terhadap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial warga. 

Ia menegaskan bahwa dana infaq yang dihimpun akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kami berkomitmen mengelola infaq dengan prinsip kebersamaan, keikhlasan, transparansi, dan kehati-hatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas H. Use.

Di akhir kegiatan, para peserta berharap kolaborasi antara UPZ, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat terus terjaga. 

Keberlanjutan program infaq kencleng “Karasa” dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kesejahteraan sosial dan semangat gotong royong di Kabupaten Ciamis.(*)

Baca juga: 14 Peserta Lolos Administrasi Lanjut Tes CAT, Seleksi Ketua BAZNAS Ciamis Resmi Dimulai

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.