2 Mobil Vacuum Jetting Percepat Penanganan Drainase Mampet di Denpasar Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi February 09, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tahun anggaran (TA) 2026 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar mulai menggunakan mobil vacuum jetting untuk pembersihan drainase. 

Dengan mobil ini, penanganan saluran drainase mampet bisa dipercepat, khususnya drainase yang sulit dijangkau petugas.

Kabid Sumber Daya Air PUPR Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya mengatakan, pihaknya kini memiliki dua unit mobil vacuum jetting. 

“Pengadaan mobilnya tahun 2025 kemarin, di tahun 2026 kedua mobil ini mulai kami fungsikan,” paparnya, Minggu 8 Februari 2026.

Baca juga: Percepat Penanganan Drainase Mampet, PUPR Denpasar Bali Kini Miliki 2 Mobil Vacuum Jetting

Untuk pengadaan kedua mobil ini menggunakan anggaran Rp 10 miliar. Ia memaparkan, mobil ini memiliki fungsi untuk penyemprotan dan penyedotan. 

Sebelum disedot, endapan lumpur pada drainase akan disemprot.

“Ada dua tabung, satu untuk air bersih yang dipakai menyemprot. Tekanan semprotan airnya 200 sampai 300 liter per detik. Ini sangat kuat bahkan bisa merusak beton,” ungkapnya.

Setelah lumpur mencair menjadi bubur barulah kemudian disedot. 

Artha Jaya mengatakan, mobil serba guna ini memiliki daya tampung masing-masing 2500 dan 5000 meter kubik. 

Saat ini, pihaknya melakukan penanganan drainase di tepi jalan dan juga melayani pengaduan dari masyarakat.

“Ada banyak pengaduan yang kami terima terkait drainase mampet. Namun rata-rata penyebabnya karena sampah,” paparnya.

Pihaknya mengatakan, banyak masyarakat yang menyebut jika drainase tersebut tak pernah dikeruk. 

Padahal saat didatangi ke lokasi, ditemukan banyak sumbatan sampah. 

Dirinya mencontohkan kasus air got meluap ke jalan yang ramai di media sosial.

Saat didatangi ke lokasi, pihaknya menemukan saluran drainase tersumbat oleh pohon pisang dan sampah. 

“Bahkan selain pohon pisang, kami pernah menemukan potongan kayu, dan banyak juga ada sampah yang terbungkus kantong kresek,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, ia pun meminta agar masyarakat juga ikut peduli dengan lingkungannya. 

“Kami mengajak masyarakat ikut menjaga bersama lingkungannya dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai. Karena petugas jumlahnya terbatas, tak bisa melayani semua sekaligus,” paparnya. (sup)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.