Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Korban hanyut di aliran Kali Cipamingkis yang berada di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor akhirnya ditemukan.
Korban yang diketahui bernama Oding itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Minggu (8/2/2026).
Pria berusia 67 tahun itu ditemukan pada operasi hari keenam pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani mengatakan, korban ditemukan berjarak kurang lebih 1 kilometer dari titik awal dinyatakan hilang.
"Korban ditemukan oleh warga setempat dan langsung dilaporkan kepada tim SAR gabungan kemudian dievakuasi oleh dan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Sementara itu, selama melakukan upaya pencarian ini tim SAR dibagi ke dalam search and rescue unit (SRU).
Untuk SRU pertama, melakukan pencarian menggunakan metode Esar susur darat dan air di sebelah kanan aliran sungai Cipamingkis dari titik nol sampai bendungan ground sill 2.
Sedangkan SRU kedua melaksanakan pencarian dengan menggunakan pemantauan drone dari jembatan Loji Cibarusah sampai Jembatan Leuwimalang.
"Pantauan visaul melalui drone dari hari pertama sampai hari ke lima sejauh kurang lebih 14 KM jalur sungai ke arah hilir juga dilakukan pada hari kelima," katanya.
Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup.
Baca juga: Terakhir Pergi Cari Besi di Sungai Cipamingkis Jonggol Bogor, Oding Hilang Diduga Hanyut
Kejadian orang hanyut itu dilaporkan kepada pihak terkait pada Senin (3/2/20256).
Korban hanyut diketahui bernama Oding yang merupakan warga Jonggol.
Oding sendiri memang terbiasa mencari besi di kali tersebut sebagai mata pencahariannya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Infonya dari siang belum kembali ke rumah, diperkirakan hanyut di Kali Cipamingkis," ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Sementara itu, ia mengkapkan bahwa saat ini korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
M. Adam Hamdani mengatakan, pencarian melibatkan SAR gabungan.
"Tim BPBD, Kencana, FPRB, unsur kecamatan, pllsek, koramil dan desa bersama masyarakat masih melakukan pencarian," katanya.