Efek Hansi Flick di Barcelona: Puncaki Liga Spanyol, Tembus 16 Besar UCL, Nilai Pemain Muda Meroket
Dwi Setiawan February 09, 2026 03:55 PM

TRIBUNNEWS.COM – Pengangkatan Hansi Flick sebagai pelatih Barcelona benar-benar membawa perubahan besar bagi klub asal Catalonia tersebut. Sejak kedatangannya, performa Blaugrana mengalami peningkatan signifikan, baik di kompetisi domestik maupun di Eropa.

Di La Liga alias Liga Spanyol, Barcelona sukses memantapkan diri di puncak klasemen dan mempertahankannya dengan konsistensi yang mengesankan.

Namun Barcelona tak boleh terlena. Pasalnya, mereka hanya berjarak satu poin dari Real Madrid yang membuntutinya di posisi kedua La Liga.

Sementara di level Eropa, Blaugrana tampil tak kalah meyakinkan dengan memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions secara langsung tanpa play-off.

Ya, Barcelona finis di posisi kelima dengan mengoleksi 16 poin dari 8 laga di league phase Liga Champions 2025/2026 yang membuat mereka otomatis langsung lolos ke babak fase gugur.

Selain efek performa Barcelona yang meningkat, tangan dingin Hansi Flick juga berhasil menyulap pemain akademi La Masia menjadi pemain dengan nilai yang mahal.

HANSI FLICK - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, selama pertandingan final Piala Super Spanyol 2026 kontra Real Madrid di King Abdullah Sports City, Arab Saudi pada Senin (12/1/2026). (Website Barcelona - 12/1/2026)
HANSI FLICK - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, selama pertandingan final Piala Super Spanyol 2026 kontra Real Madrid di King Abdullah Sports City, Arab Saudi pada Senin (12/1/2026). (Website Barcelona - 12/1/2026) (FC Barcelona)

Efek Positif untuk Pemain Muda La Masia

Salah satu dampak paling nyata dari kepemimpinan Flick terlihat pada perkembangan pemain muda.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, nilai pasar sejumlah talenta muda Barcelona mengalami lonjakan signifikan.

Nama-nama besar seperti Lamine Yamal dan Fermin Lopez menjadi sorotan utama, disusul sejumlah pemain muda lainnya seperti Sergi Dominguez, Gerard Martin, serta Marc Bernal yang tengah dibekap cedera, namun tetap menunjukkan potensi besar di bawah arahan Flick.

Namun demikian, tidak semua pemain mengalami peningkatan serupa.

Baca juga: Liga Super Eropa di Ujung Tanduk! Barcelona Cabut, Tinggalkan Real Madrid Sendirian

Beberapa nama seperti Hector Fort dan Inaki Pena belum mencatat lonjakan nilai pasar yang signifikan, kemungkinan karena keterlibatan mereka yang masih terbatas di tim utama.

Berdasarkan data Transfermarkt, lima pemain didikan La Masia kini memiliki nilai pasar gabungan mencapai €370 juta (sekitar Rp7,3 triliun). Mereka adalah:

  • Lamine Yamal - €150 juta (sekitar Rp2,9 trilun)
  • Gavi - €90 juta (sekitar Rp1,7 trilun)
  • Fermin Lopez - €50 juta (sekitar Rp996 miliar)
  • Pau Cubarsi - €40 juta (sekitar Rp796 miliar)
  • Alejandro Balde - €40 juta (sekitar Rp796 miliar)

Selain itu, beberapa pemain muda lainnya juga mencatat kenaikan nilai pasar signifikan.

Marc Casado melonjak dari €2,5 juta (sekitar Rp49 miliar) menjadi €15 juta (sekitar Rp298 miliar).

Sementara Pau Victor, Marc Bernal, dan Pablo Torre kini masing-masing bernilai €5 juta (sekitar Rp99 miliar), naik dari €1,5 juta (sekitar Rp29 miliar), €1 juta (sekitar Rp19,9 miliar), dan €3 juta (sekitar Rp59 miliar).

Sementara itu, Gerard Martin meningkat dari €0,4 juta menjadi €3 juta, dan Sergi Dominguez naik dari €0,1 juta menjadi €1 juta.

Total Kenaikan €85,5 Juta dalam Tiga Bulan

Secara keseluruhan, sembilan pemain muda Barcelona mencatat kenaikan nilai pasar total sebesar €85,5 juta (sekitar Rp1,7 miliar) hanya dalam tiga bulan di bawah asuhan Flick.

Lamine Yamal menjadi pemain dengan lonjakan terbesar. Nilainya naik dari €120 juta (sekitar Rp2,3 triliun) di awal musim menjadi €150 juta saat ini, atau meningkat 25 persen.

Sementara Fermin Lopez mencatat peningkatan yang bahkan lebih tajam, dari €30 juta (sekitar Rp597 miliar) menjadi €50 juta, atau naik 66 persen.

Kesuksesan ini tak lepas dari gaya bermain Barcelona di bawah Flick.

Blaugrana tampil dengan sepak bola menyerang yang atraktif, bahkan mencatat rekor ofensif terbaik di Eropa, melampaui klub-klub papan atas lainnya.

Lebih dari sekadar hasil, Flick dikenal sangat memercayai pemain muda.

Ketika badai cedera melanda skuad utama, ia tak ragu mempromosikan pemain dari tim cadangan, yang mampu membalas kepercayaan tersebut dengan performa impresif.

Persaingan internal di La Masia pun semakin ketat, mendorong para pemain muda untuk berkembang lebih cepat dan matang.

Pendekatan Flick yang menitikberatkan pada pengembangan bakat dan keberanian memberi kesempatan terbukti membuahkan hasil. Barcelona tidak hanya menang, tetapi juga melakukannya dengan gaya permainan segar dan modern.

Dengan fondasi pemain muda berbakat yang terus berkembang, masa depan Barcelona di bawah kepemimpinan Hansi Flick tampak cerah, baik dari sisi prestasi maupun keberlanjutan klub dalam jangka panjang.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.