Gerindra Ogah Beri 'Karpet Merah', Peluang Gibran Dampingi Prabowo di Pilpres 2029 Makin Tipis
Wahyu Aji February 09, 2026 05:18 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peluang Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi calon Wakil Presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 dinilai tidak mudah. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Rironga, menyebut terdapat sejumlah faktor yang membuat kemungkinan tersebut kecil.

Menurutnya, meski peluang Prabowo maju dua periode tergolong besar, posisi pendampingnya belum tentu kembali diisi oleh Gibran.

“Bagi Gerindra juga kemungkinan akan sulit menerima Gibran sebagai pendamping Prabowo. Sebab, kalau itu terjadi sama saja Gerindra memberi karpet merah kepada Gibran pada Pilpres 2034,” ujar Jamiluddin saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Ia menilai, selain Gerindra, partai-partai koalisi lainnya juga berpotensi tidak sepakat apabila Gibran kembali diusung sebagai cawapres.

“Selain Gerindra, partai lain juga tampaknya akan menolak Gibran,” katanya.

Jamiluddin menjelaskan, sejumlah partai koalisi memiliki kader yang dinilai memiliki elektabilitas lebih kompetitif.

Ia menyinggung Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah menawarkan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, serta Partai Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ketumnya AHY yang elektabilitasnya terus meningkat, tentu tak ingin mengusung sosok lain yang elektabilitasnya lebih rendah,” ucapnya.

Dari sisi elektoral, ia juga menyebut posisi Gibran dalam sejumlah survei belum menunjukkan daya saing kuat dibanding tokoh lain.

“Elektabilitas Gibran sangat rendah, bahkan masih di bawah elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan menyulitkan Gibran untuk kembali diterima sebagai pendamping Prabowo, terutama jika partai-partai koalisi mengedepankan pertimbangan elektabilitas dan peluang kemenangan.

“Tidak ada partai politik mau mengusung calon hanya untuk kalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluang Gibran untuk maju secara mandiri juga dinilai tidak besar apabila tidak didukung partai besar.

Baca juga: Soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Bahlil: Kita Dukung Mereka Sampai Selesai 

“Kalau pun Gibran maju, tampaknya tidak ada partai besar yang mengusungnya. Selain PSI, kemungkinan Gibran hanya didukung partai gurem lainnya,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.