Kumpulkan ASN, Bupati Abdya Safaruddin Tegaskan Tentang Pelayanan dan Kedisiplinan 
Saifullah February 09, 2026 04:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr Safaruddin, SSos, MSP memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di halaman kantor bupati setempat, Senin (9/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati Safaruddin menegaskan, pentingnya peningkatan kinerja, kedisiplinan, serta komitmen aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Menurut Bupati, disiplin merupakan kunci utama dalam menciptakan pemerintahan yang efektif dan profesional. 

Tanpa disiplin, kata dia, pelayanan publik tidak akan berjalan optimal dan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“ASN dan non-ASN harus menunjukan kinerja yang baik dan disiplin dalam menjalankan tugas," kata Safaruddin.

Selain menyoroti kinerja dan disiplin, Safaruddin juga menyinggung persoalan kebersihan lingkungan, khususnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya.

Baca juga: Wagub Aceh Dampingi Mendagri dalam Apel Pemulangan Satgas Bencana di Aceh Tamiang

Ia meminta seluruh pegawai untuk memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja sebagai cerminan budaya kerja yang baik.

“Kebersihan lingkungan perkantoran harus menjadi perhatian bersama. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan berdampak pada peningkatan produktivitas,” katanya.

Tak hanya itu, Safaruddin juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan di seluruh lingkungan sekolah di Abdya. 

Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi peserta didik.

Selain itu, Safaruddin turut mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan, salah satunya melalui pelaksanaan salat berjamaah. 

Shalat berjamaah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan karakter aparatur.

“Saya berharap shalat berjamaah terus diperkuat. Ini bagian dari pembinaan mental dan spiritual agar kita bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ucapnya.

Baca juga: 4.336 PPPK dan ASN Dilantik Bupati Pidie Jaya pada Malam Hari, Nyak Syi: Jadi Energi Baru Birokrasi

Ia juga mengingatkan bahwa 17 Februari ini merupakan momentum 1 tahun Pemerintahan Safaruddin-Zaman Akli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya.

"Kami menyadari bahwa banyak dinamika birokrasi yang sedang berlangsung dan sedang diikuti oleh seluruh ASN dan non-ASN," urai dia.

"Kami harapkan sebelum menyambut babak baru ini, peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan, para ASN dan non-ASN, dan pejabat, untuk bisa lebih ditingkatkan," ucap Safaruddin.

Selain itu, sebutnya, ada keterlambatan dan upaya yang dipertimbangkan dan bukan hanya melalui proses di dalam internal Pemerintah Kabupaten Abdya, akan tetapi berlangsung di BKN.

Ada proses yang berlangsung dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang mengharuskan pemerintah kabupaten masih cukup bersabar untuk melakukan rotasi dan mutasi dari masing-masing pejabat eselon.

"Saya mengharapkan kepada seluruh kepala OPD serta sekretariat kekhususan maupun camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang kita miliki saat ini," pesannya.

Terkhusus bagi dunia pendidikan dan dunia kesehatan, ia meminta untuk meningkatkan mutu kualitas dari indeks pembangunan manusia (IPM).

"Kita berada jauh dari nilai rata-rata nasional, angka dari IPM yang kita punya hari ini ranking ketiga dari 23 kabupaten yang ada di provinsi Aceh," ucapnya.

Oleh karenanya, kata Safaruddin, perlu kolaborasi dan semangat bersama untuk menunjukkan bahwa Abdya punya kualitas sumber daya berdaya saing. 

"Daya saing itu dapat kita lakukan dengan nilai kedisiplinan, walaupun kita akui bahwa parameter atau indikator dari IPM itu sendiri tidak disandarkan pada Pendidikan dan Kesehatan," ucapnya.

Ia menyebutkan, indikator lain bahwa pembangunan manusia juga diikuti dengan tingkat ekonomi, tingkat kemampuan, dan pertumbuhan ekonomi keluarga. 

"Maka kepada seluruh OPD mulai tahun ini, uang APBD, penyelenggaraan tata kelola pemerintah di sisi anggaran harus berputar di lingkungan Kabupaten Abdya, agar pertumbuhan ekonomi bisa bangkit, dan pertumbuhan nilai IPM yang kita kejar selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang kita rencanakan," pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.