SRIPOKU.COM - Dyah Ayu Pregawati bersama sejumlah kerabat mendatangi kantor Komnas HAM pada Senin (9/2/2026).
Ia mendesak agar kematian suaminya, Novia Catur Iswansto, yang sejauh ini diduga karena sakit diinvestigasi lebih mendalam.
Sebab, sebelum pria yang menjabat sebagai legal manager salah satu perusahaan tambang itu tewas, ada ancaman yang datang.
"Sempat ada beberapa ancaman sebelum beliau meninggal,” ujar Dyah, mengutip Kompas.com.
Baca juga: Polemik Tambang Pasir, Kades Bailangu Timur Muba Diserang Keponakan, 3 Orang Terluka
Dyah menjelaskan, Novia Catur mengaku menerima ancaman secara langsung agar dirinya tidak melanjutkan pengurusan legal salah satu perusahaan tambang.
Bahkan, kata dia, suaminya terlihat murung setelah menerima ancaman tersebut.
“Ancaman itu enggak main-main,” kata Dyah.
Berdasarkan kronologi yang diungkapkan Dyah, Novia sedianya akan memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan legalitas perseroan.
Namun, Novia tak memenuhi panggilan tersebut karena sakit, dan meninggal dunia pada 27 Desember 2025 lalu.
“Suami saya sampai meninggal. Enggak lama itu ancaman itu,” jelasnya.
Dyah pun berharap dengan aduan ke Komnas HAM, ia bisa mengetahui sosok yang mengancam suaminya tersebut.
“Harapan saya tetap, saya pengen tahu siapa yang mengancam suami saya. Karena beliau meninggalkan empat anak, anak kecil,” ungkap Dyah.
Terpisah, Hubungan Masyarakat (Humas) perusahaan tambang tersebut, Khotibul Umam mengatakan Novia Catur mendapatkan ancaman karena mengurus kisruh kepemilikan legalitas perseroan.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi Isuzu Panther Terjebak Banjir di Belitang OKUT, Tali Tambang Jadi Penyelamat
“Di antara ancamannya yang disampaikan kepada kami, ‘Kalau mau selamat, ya berhenti mengurus administrasi legal’,” kata Khotibul di kantor Komnas HAM, Jakarta.
Dia menyebut, Novia memiliki riwayat kesehatan yang baik.
Namun, kondisinya memburuk setelah menerima ancaman.
“Itu yang bikin almarhum itu gelisah. Gelisah kemudian tertekan. Karena banyaknya ancaman terutama ancaman keselamatan,” jelasnya.