Akankah Bumi Berhenti Berputar? Ada Kekacauan Ini Jika Benar-benar Terjadi
GH News February 09, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Kita tahu bahwa Bumi berotasi kurang lebih dalam 24 jam. Namun, rotasi bumi tidak selalu sama dan bisa melambat. Lantas akankah ada potensi rotasi Bumi bisa berhenti?

Selama ini, kita tidak pernah merasakan rotasi bumi yang begitu cepat karena adanya gravitasi. Kita hanya bisa merasakan dampak rotasi bumi, seperti adanya pergantian siang dan malam, perbedaan zona waktu, gerak semu harian, hingga pembelokan arah angin serta arus laut.

Lantas apakah ada potensi rotasi bumi berhenti?

Rotasi Bumi Melambat

Jawaban sederhananya, rotasi bumi tidak mungkin berhenti tiba-tiba kecuali ada tabrakan kosmik yang luar biasa ekstrem. Meski begitu, rotasi bumi memang melambat secara bertahap.

Menurut perkiraan NASA, laju rotasi planet kita saat ini menurun sekitar 1-2 milidetik setiap abad.

"Untuk periode dari tahun 2000 hingga 2018, laju peningkatan panjang hari akibat pergerakan es dan air tanah 1,33 milidetik per abad lebih cepat daripada periode mana pun dalam 100 tahun sebelumnya, ketika laju tersebut bervariasi dari 0,3 hingga 1,0 milidetik per abad," jelas NASA, seperti dikutip dari IFL Science.

Jika kita mundur 600 juta tahun, Bumi berputar lebih cepat dan satu hari hanya sekitar 21 jam. Artinya, perubahan panjang hari menjadi nyata dalam skala jutaan tahun. Faktor utama yang memperlambat rotasi bumi adalah gesekan pasang surut antara Bumi dan Bulan.

"Bulan secara perlahan menjauh dari Bumi sekitar 4 cm per tahun, dan energi yang mendorong pergeseran ini sebagian besar diambil dari lautan Bumi. Tarikan gravitasi Bulan membuat permukaan laut menonjol, dan interaksi ini menghasilkan gesekan yang tidak hanya memperlambat rotasi Bumi, tetapi juga memengaruhi kecepatan orbit Bulan," papar NASA.

Selain Bulan, perubahan iklim dan pergeseran air juga memengaruhi panjang hari, meski efeknya lebih kecil dibandingkan pengaruh pasang surut Bulan.

"Jika emisi terus meningkat, pemanjangan hari akibat perubahan iklim dapat mencapai hingga 2,62 milidetik per abad, melampaui efek tarikan Bulan terhadap pasang surut," tambah mereka.

Menurut peneliti, itu merupakan proses yang lambat, tetapi pada akhirnya, jika Bumi dan Matahari terus tarik menarik tanpa batas waktu, Bumi akan terkunci secara pasang surut ke Bulan.

"Sekitar 50 miliar tahun dari sekarang - jika Bulan dan Bumi entah bagaimana dapat menghindari kematian Matahari - Bulan akan berada sangat jauh, dan orbitnya sangat besar, sehingga Bumi juga akan terkunci secara pasang surut dengan Bulan," ujar NASA kemudian.

Namun, hal itu mungkin tidak akan terjadi karena, telah ditelan oleh Matahari dalam fase raksasa merahnya, sekitar 7,6 miliar tahun dari sekarang.

Apa yang Terjadi Jika Rotasi Bumi Benar-benar Berhenti?

Jika Bumi tiba-tiba berhenti dari kecepatan rotasi 1.600 km/jam, maka air, bebatuan, dan puing-puing lainnya akan terlempar ke arah timur, merobek permukaan dan mengirimkan lebih banyak pecahan Bumi dan batuan ke atmosfer dan luar angkasa.

"Pecahan-pecahan tersebut kemudian akan ditarik kembali oleh gravitasi Bumi, membombardir planet ini dari waktu ke waktu dan mencairkan kerak Bumi menjadi 'samudra batuan' yang cair," kata James Zimbelman, ahli geologi senior emeritus di Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian di Washington DC, dikutip dari Live Science.

Menurut profesor fisika dan astronomi di Universitas Negeri Bowling Green di Ohio, kata Andrew Layden, sederhananya, jika Bumi berhenti berputar, maka semua material yakni air, udara, dan semua bangunan yang akan berputar.

"Jadi, benda-benda itu [akan] terpisah dari permukaan dan terus berputar-putar, (yang) pada dasarnya, dalam orbit rendah di sekitar Bumi," katanya, dikutip dari Space.

Tanpa gaya sentrifugal, lautan di Bumi juga akan bergerak ke arah kutub, sehingga kedalaman laut akan berkurang 8 km di sekitar khatulistiwa. Maka itu, air di Bumi akan terbagi menjadi dua samudra kutub besar yang dipisahkan oleh sabuk daratan di tengahnya.

Kemudian saat Bumi tidak berputar, maka satu hari bisa berlangsung selama satu tahun. Secara bertahap kondisi tersebut akan memanaskan planet hingga lebih dari 100°C.

Selain itu, kondisi benua yang besar akan menjadi yang terpanas. Sementara danau serta sungai yang tersisa akan menguap dan tertiup ke kutub oleh angin kencang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.