Perjuangan Ria Tekun Rawat Anaknya yang Lumpuh Akibat Digigit Ular Sejak 9 Tahun Lalu
Yoseph Hary W February 09, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Selama 9 tahun terakhir, Deni Rianingsih (41) lebih banyak berada di rumah demi merawat putra sulungnya, Ananda Yue Riastanto. Putranya itu sudah lama mengalami kelumpuhan, diduga akibat gigitan ular yang dialaminya 9 tahun lalu.

Ria, panggilan akrabnya masih ingat jelas hari kejadian Nanda, putranya itu digigit ular. Malam tanggal 5 Januari 2017 di rumahnya, Nanda tiba-tiba bangun dan mendatanginya.

"Dia bilang kalau baru saja digigit ular, malam itu juga kami bawa Nanda ke RSUD Wates," katanya ditemui di rumahnya di Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, pada Senin (09/02/2026).

Dampak gigitan ular

Saat di RSUD Wates, dampak dari gigitan ular baru muncul. Awalnya, Nanda hanya merasa mual, namun lama kelamaan ia mengalami sesak napas, bahkan sempat kehilangan kesadaran.

Berkat upaya dokter, Nanda akhirnya berhasil diselamatkan. Ia akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Sardjito di Sleman dan dirawat di sana selama 32 hari, hingga akhirnya diizinkan untuk pulang namun dengan kondisi sudah lumpuh yang berlangsung sampai sekarang.

"Seingat saya hasil diagnosanya ada 4 tapi yang paling saya ingat, kata dokter Nanda mengalami kerusakan otak besar," ujar Ria.

Lumpuh, tak bisa sekolah

Lumpuhnya Nanda membuat anak tersebut tak bisa bersekolah hingga sekarang. Terakhir ia bersekolah saat masih kelas 1 Sekolah Dasar (SD), di mana saat itu ia pernah menjadi pelajar berprestasi.

Ria menyebut kondisi Nanda jauh lebih baik dibandingkan awal kelumpuhan. Sebab saat itu ia tak bisa merespon apapun, namun sekarang bisa memahami jika diajak bicara oleh orang tuanya.

Hingga kini, Nanda rutin menjalani perawatan berupa terapi setiap sebulan sekali di RSUD Wates, disertai obat-obatan. Makanan harus diberikan dalam bentuk cair, disuapkan lewat selang oleh ibunya setiap 3 jam sekali.

Nanda, penyemangat ibunda

Ria mengaku sempat merasa lelah dengan kondisi anaknya. Bahkan sempat menyalahkan kondisi anaknya, namun lama-lama, ia akhirnya menerima kondisi Nanda tersebut.

"Saat saya capek, motivasi saya untuk tetap semangat ya Nanda sendiri," ungkapnya.

Belum lagi dengan kondisi ekonomi keluarga yang bukan mampu sepenuhnya. Ayah Nanda, Sugianto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ria berusaha mencari penghasilan tambahan demi membiayai perawatan putranya itu.

Sesekali, Nanda akan tertawa kecil menanggapi kata-kata Ria, yang ia sambut dengan senang. Ria menganggap Nanda kembali seperti bayi, hanya dengan ukuran dan umur yang berbeda.

"Saya pun juga tidak mau banyak mengeluh, biar bapaknya bisa fokus kerja," kata ibu dari 2 anak ini.

Ria mengakui Nanda akan sulit untuk benar-benar pulih dari kelumpuhannya. Apalagi saat ini anak itu juga mengalami skoliosis atau kelainan tulang belakang sehingga harus rutin menjalani terapi.

Ibu menyimpan harapan

Namun ia tetap menyimpan harapan agar putranya itu mampu bertahan hidup cukup lama. Bahkan kondisinya bisa semakin baik dan semakin sehat.

"Saya juga berharap agar tetap kuat, sabar dan sehat untuk merawat Nanda," ujar Ria.

Kondisi Nanda menarik perhatian Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. Ia menjenguk Nanda sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung proses pemulihannya.

Ia menginstruksikan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) untuk memberikan kursi roda. Rumah Nanda juga akan diperbaiki agar lebih layak untuk ditinggali.

"Putra Bapak Sugianto adalah titipan Allah yang harus jadi perhatian kita bersama," kata Agung memberikan keterangannya.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.