Antisipasi Ancaman Kenakalan Remaja, Polres Bangka Selatan Perkuat Pembinaan Pelajar
Hendra February 10, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Polres Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengambil langkah aktif dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dengan turun langsung ke sekolah-sekolah.

Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi, polisi menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK di sejumlah kecamatan.

Program ini sebagai bagian dari pembinaan generasi muda agar tumbuh berkarakter dan berprestasi.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap maraknya persoalan kenakalan remaja.

Khususnya yang belakangan kerap terjadi di kalangan pelajar. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, perundungan, geng motor, hingga tawuran antar pelajar menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

“Kegiatan ini menjadi upaya kami untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kenakalan remaja,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (10/2/2026).

Dalam pelaksanaannya Agus Arif Wijayanto turut memerintahkan seluruh pejabat utama (PJU) Polres Bangka Selatan serta para Kapolsek jajaran untuk terjun langsung memberikan edukasi di sekolah-sekolah.

Langkah ini dilakukan agar pesan-pesan pembinaan dapat diterima langsung oleh para pelajar sejak dini.

Menurutnya polisi hadir untuk mendampingi dan membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki prestasi. 

Sejumlah sekolah yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya SMA Muhammadiyah Toboali, SMP Negeri 1 Toboali, SMK Negeri 1 Toboali, SMA Negeri 2 Toboali dan SMK Yapentob Toboali. Dilanjutkan SMP Negeri 2, 3, 5, dan 6 Toboali.

Lalu, SMP Muhammadiyah Toboali, SMA Negeri 1 Simpang Rimba, SMK Negeri 1 Payung, serta SMA Negeri 1 Air Gegas.

Melalui kunjungan ini, polisi menyampaikan berbagai materi terkait penanaman nilai-nilai kedisiplinan, rasa hormat kepada pahlawan, serta pembentukan karakter pelajar.

Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pengingat bagi pelajar untuk menjauhi perilaku negatif.

“Polisi datang ke sekolah untuk menanamkan nilai-nilai disiplin dan membentuk sikap pelajar yang berkarakter, sehingga kelak mereka bisa berguna bagi bangsa dan negara,” jelas Kapolres.

Adapun lanjut dia, kenakalan remaja tidak hanya berdampak buruk bagi pelaku, tetapi juga dapat merugikan lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

Penyalahgunaan narkotika, perilaku bullying, aksi geng motor, hingga tawuran berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban, serta merusak masa depan generasi muda. Upaya pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan peran kepolisian. 

Diperlukan keterlibatan semua pihak, khususnya guru dan orangtua, yang memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku anak.

Guru merupakan orangtua bagi para pelajar saat berada di sekolah. Selain mengajar mata pelajaran, guru juga harus mampu mengasah soft skill dan membentuk karakter pelajar agar memiliki etika, budi pekerti, dan sopan santun. 

Di sisi lain, peran orang tua di rumah juga dinilai tidak kalah penting. Pengawasan dan pendidikan yang konsisten di lingkungan keluarga menjadi pondasi utama dalam membentengi anak dari pengaruh negatif pergaulan.

“Oleh karena itu, orang tua dan guru harus saling bekerja sama dalam mengawasi dan mendidik anak-anak. Sinergi ini penting untuk menyiapkan masa depan generasi muda yang lebih baik,” sebutnya.

Melalui kegiatan edukasi langsung ke sekolah-sekolah Agus Arif Wijayanto berharap dapat menekan angka kenakalan remaja. Sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan pelajar sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.