Terlihat Sepele, 6 Kesalahan Masak Ini Bikin Kembang Kol Lembek dan Bau
GH News February 10, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Kembang kol jadi menu andalan karena mudah diolah dan cocok dipadukan dengan banyak bumbu. Sayangnya, banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan kecil saat memasaknya.

Kembang kol merupakan jenis sayuran dari keluarga Brassicaceae (keluarga kubis-kubisan). Sayuran berbentuk bonggol padat berwarna putih ini terkenal rendah kalori sehingga cocok untuk diet. Kembang kol juga tinggi serat, kaya vitamin C, dan mengandung antioksidan.

Kembang kol enak ditumis, dipanggang, hingga dijadikan isian sup. Mengolahnya harus tepat karena jika tidak, kembang kol bakal jadi lembek, kurang sedap, bahkan aromanya berubah.

Melansir Times of India (4/2), berikut 6 kesalahan yang paling sering terjadi saat memasak kembang kol:

1. Kembang kol Tidak Dibersihkan dengan Benar

Kembang Kol Warna WarniKembang Kol Foto: iStock

Kembang kol punya struktur rapat yang membuat kotoran mudah tersembunyi di sela-selanya. Jika hanya dibilas sebentar, pasir halus atau serangga kecil bisa saja masih menempel.

Cara yang lebih efektif adalah memotong kembang kol menjadi kecil, lalu merendamnya dalam air hangat yang sudah diberi garam selama 10-15 menit. Setelah itu, bilas kembali hingga benar-benar bersih.

2. Terlalu Lama Direbus

Merebus kembang kol terlalu lama justru membuat teksturnya lembek dan kehilangan rasa alaminya. Selain itu, kembang kol yang overcooked (kematangan) bisa mengeluarkan aroma kurang sedap. J

ika perlu direbus, cukup lakukan sebentar sampai setengah matang. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan cara ditumis, dipanggang, atau dimasak bersama bumbu agar tidak merusak tekstur dan rasanya.

3. Wajan Terlalu Penuh Saat Memasak

Memasukkan terlalu banyak kembang kol sekaligus ke dalam wajan bisa membuat sayuran ini jadi berair. Bukannya matang sempurna, kembang kol justru seperti dikukus karena uap air terperangkap. Memasak dalam beberapa tahap memberi ruang bagi panas untuk bekerja lebih baik. Hasilnya, kembang kol bisa matang merata dengan warna dan tekstur yang lebih menggoda.

4. Salah Waktu Saat Menambahkan Bumbu

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memasukkan bumbu saat kembang kol masih basah. Rempah pun jadi tidak meresap dengan baik dan cenderung menggumpal.

Cara yang lebih tepat adalah menumis bumbu terlebih dulu bersama minyak hingga harum. Setelah itu, baru masukkan kembang kol agar bumbu bisa menempel dan menyatu dengan rasa sayur.

5. Tidak Menambahkan Rasa Asam

Kembang kol punya rasa yang cenderung lembut, sehingga butuh penyeimbang agar tidak terasa hambar. Banyak hidangan tradisional menambahkan tomat, yogurt, atau perasan lemon untuk memberi rasa segar. Unsur asam ini membantu mengangkat cita rasa keseluruhan dan membuat hidangan terasa lebih enak di lidah.

6. Batang Kembang Kol Langsung Dibuang

Bagian batang sering dianggap keras dan tidak berguna, padahal masih bisa dimanfaatkan. Jika diiris tipis, batang kembang kol bisa matang bersamaan dengan bagian bunganya. Teksturnya justru memberi sensasi berbeda dan membuat hidangan lebih beragam saat disantap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.