TRIBUNCIREBON.COM - Aparat kepolisian di wilayah Kabupaten Cirebon berhasil menggagalkan aksi konvoi puluhan pelajar yang diduga berafiliasi dengan geng motor sebelum sempat pecah menjadi tawuran.
Dalam operasi yang berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa dini hari tersebut, sebanyak 24 pelajar diamankan setelah kedapatan membawa berbagai alat pemukul dan senjata tajam saat melintas di pemukiman warga.
Menurut keterangan dari pihak Satreskrim Polresta Cirebon, tindakan pengamanan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya kelompok pelajar yang sedang bersiap untuk melakukan aksi tawuran.
Baca juga: Motor Hangus di Tengah Pengamanan, 24 Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan Polisi
Kelompok tersebut awalnya terdeteksi berkumpul di wilayah Plumbon, namun rencana mereka mulai terhambat saat berpapasan dengan patroli Polsek yang sedang bertugas.
Setelah sempat dibubarkan, sebagian kelompok yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut berpindah ke arah wilayah Klangenan. Kehadiran kelompok dalam jumlah besar ini menimbulkan keresahan bagi penduduk setempat.
Akibatnya, warga di beberapa desa memutuskan untuk melakukan pembubaran secara mandiri sebelum akhirnya menyerahkan para pelajar tersebut ke pihak kepolisian. Proses pengamanan ini tercatat terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni Desa Bakung Lor, Desa Kreyo, dan Desa Bojong Lor, di mana para pelajar sempat dibawa ke balai desa masing-masing.
Baca juga: Polresta Cirebon Amankan 24 Pelajar Diduga Geng Motor, Kedapatan Bawa Sajam
Meski indikasi rencana bentrokan sangat kuat, kepolisian memastikan bahwa aksi tawuran belum sempat terjadi. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terkait video viral di media sosial yang menunjukkan beberapa pelajar mengalami luka-luka.
Polisi tengah menelusuri apakah luka tersebut disebabkan oleh kecelakaan saat berkendara atau karena faktor lain selama proses pembubaran berlangsung. Saat ini, ke-24 pelajar tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Cirebon maupun Polsek terkait.