TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2968 mdpl) terpantau mengalami 1 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.
Hal itu berdasarkan laporan pantauan BPPTKG Yogyakarta, sepanjang periode pengamatan Selasa (10/2/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Selain itu, pada periode pengamatan yang sama, tercatat pula 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-44 mm dan lama gempa 37.74-222.92 detik.
Kemudian, 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-23 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 13.18-49.89 detik.
Sampai sejauh ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Baca juga: Senin Petang, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer ke Kali Krasak
Dari sisi Klimatologi, cuaca terpantau mendung, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 18.3-19°C dengan kelembaban 94.8-98 persen.
Tekanan udara 873-918.6 mmHg dan intensitas curah hujan 30 mm per hari.
Lebih lanjut, BPPTKG juga memaparkan potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Kemudian, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, sekaligus mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan. (*)