DPRD Kabupaten Bekasi Panggil 2 Pengembang Perumahan di Cikarang yang Warganya Terdampak Banjir
Joseph Wesly February 11, 2026 09:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi memanggil dua pengembang perumahan di Kecamatan Cikarang Utara dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Rabu (11/2/2026).

Rapat RDP itu dilakukan Komisi III DPRD dengan mengundang dua pengembang perumahan, warga korban banjir maupun sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Warga korban banjir itu dari perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia dan warga sekitar kawasan perumahan Cikarang International City (Cinity) di Desa Karangharja Kecamatan Cikarang Utara.

Dalam pertemuan itu, warga di perumahan di PNR mendesak pengembang bertanggung jawab atas banjir yang merendam pemukiman mereka.

Sedangkan, warga Desa Karangharja mengaku permukimannya terdampak banjir imbas pembangunan kawasan perumahan Cinity.

“Langsung saja pengembang harus tanggung jawab atas banjir ini. Karena persoalan ini terus berulang. Dewan juga jangan bisa ngedenger saja, tunjukkin atuh ini. Liat ini kita, perjuangin. Kan kita yang waktu itu nyoblos, kita dukung dia,” ucap Riski (29), warga PNR saat rapat.

Sepanjang Januari, Risky mengaku rumahnya kebanjiran hingga berulang kali. Akibatnya dia harus beberapa kali mengungsikan istri dan kedua anaknya yang masih balita lantaran rumahnya terendam.

“Jadi banjir tuh terus surut, kita benahi, beres-beres, eh besoknya masuk lagi air. Ini persoalannya anak saya balita, saya ga tega liat anak istri. Sampai sekarang tiap hujan pikirannya langsung was-was saja, mana kan sampai sekarang masih terus hujan," ucapnya.

"Makanya saya minta langsung saja ke solusi, bagaimana biar enggak banjir lagi. Kami minta pertanggungjawaban, minta jaminan biar enggak banjir,” kata dia lagi.

Berbeda dengan PNR, warga sekitar kawasan perumahan Cinity menyebut sejak perumahan tersebut dibangun, pemukimannya justru kebanjiran.

“Sudah 15 tahun warga tinggal di sekitar situ enggak pernah sama sekali banjir. Lalu pas ada perumahan baru ini, di bulan Januari kemarin langsung dua kali kebanjiran. Maka kami jelas mendesak ini segera ada solusi,” kata Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, Ainur Rofiq saat RDP.

Ia membantu mengadvokasi warga memerjuangkan nasibnya.
Namun, dirinya mengaku dalam pertemuan tersebut pihak pengembang tidak memberikan kejelasan sehingga dijadwalkan pertemuan lanjutan.

“Karena tadi yang hadir bukan pihak yang paham tentang teknisnya. Jadi nanti dipertemukan tujuh hari dari sekarang. Maka kami desak di pertemuan nanti harus sudah ada langkah konkretnya,” kata dia.

Sementara itu, pihak pengembang PNR engga berkomentar terkait pertemuan tersebut.

Sementara Legal Kawasan Perumahan Cinity, Gamaliel Hutabarat menegaskan pihaknya selalu terbuka terkait apa yang menjadi keluhan warga sekitar kawasan perumahannya.

"Ya kita terbuka tidak menutup diri, karena bagaimanapun kita berdampingan tetangga. Jadi apa yang menjadi keluhan kita selalu upayakan," kata dia.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo mengatakan, dari hasil pembahasan pihak pengembang siap melakukan penanganan.

Namun, Ombi menegaskan dewan akan tetap mengawasi rencana penanganan hingga benar-benar tuntas.

Dalam beberapa kasus yang berkaitan dengan banjir, pengembang hanya menyatakan kesiapannya namun tidak ditangani secara tuntas. Hingga ujungnya pengembang melempar persoalan ke pemerintah daerah.

“Makanya perlu kami tegaskan langkah yang dilakukan pengembang jangan sampai saling lempar tanggung jawab terhadap pemerintah daerah. Tadi baik PNR maupun Cinity mengaku siap melakukan penanganan tapi harus ada mitigasi jangka pendek dan panjangnya. Untuk itu setelah ini ada pertemuan lanjutan untuk membahas sisi teknisnya,” ucap dia.

Diakui Ombi pasca banjir, Komisi III mendapatnya sejumlah keluhan pada warga perumahan. Maka seluruh aspirasi akan ditampung untuk dibahas bagaimana penanganan permanen agar hal serupa tidak terulang.

"Agenda untuk pembahasan secara menyeluruh sudah dijadwalkan sehingga kami akan panggil seluruh pengembang khususnya yang terdampak banjir agar hal seperti ini tidak terulang,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.