TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Stok 12 bahan pokok (bapok) tercukupi selama bulan Ramadan 2026.
Adapun 12 bahan pokok tersebut seperti swasembada minyak goreng, beras, bawang merah dan lainnya.
Selama bulan suci Ramadan, pemerintah memastikan pasokan tersebut tak kurang dinikmati masyarakat.
Stok ini menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan terpenuhi hingga Idul Fitri 2026.
Hal ini juga dilaporkan Amran dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).
“Yang disampaikan adalah stok pangan menghadapi bulan suci Ramadan. Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup,” tutur Amran kepada awak media, Rabu (11/2/2026) dikutip dari Kontan.co.id.
Badan Pangan Nasional atau Bapanas juga memastikan harga panjang jelang Ramadan tetap stabil.
Baca juga: Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara Turun Januari, Perkebunan Naik
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bapanas Maino Dwi Hartono menyebut pasokan beberapa pangan stoknya mencukupi hingga bulan Maret mendatang.
Dari Neraca Pangan Nasional yang dirilis per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras hingga daging cukup untuk mencover tiga bulan kedepan.
Sehingga masyarakat tak perlu khawatir untuk dapat menikmati bahan pokok yang sudah tersedia.
"Untuk komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan daging sapi/kerbau masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan," katanya dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).
Sejauh ini, pemerintahn telah memasok beras hingga 22,2 juta ton.
Stok ini juga berasa dari awal tahun sebesar 12,4 juta ton.
Sementara untuk perkiraan produksi dalam tiga bulan kedepan mencapai 9,8 juta ton.
Menurut Maino, jumlah proyeksi itu cukup besar dibanding total kebutuhan konsumsi sebesar 7,7 juta ton sampai akhir Maret mendatang.
Tak hanya beras, namun pasokan daging juga dipastikan aman hingga lebaran Idul Fitri 2026.
Misalnya saja, untuk daging ayam ras mencapai 1,6 juta ton.
Angka ini lebih besar dibanding dari total produksi yakni 1,01 juta.
Sementara telur, tersedia stok hingga 1,9 juta ton.
Sementara konsumsi nasional Januari-Maret mencapai 1,67 juta ton.
"Jadi masih akan ada surplus (kelebihan sumber daya) pada akhir Maret 305,8 ribu ton," urai Maino.
Kemudian pasokan gula hingga Maret diprediksi capai 1,46 juta ton. Jumlah ini lebih besar dari jumlah kebutuhan nasional Januari-Maret yang mencapai 712,5 ribu ton.
Sementara itu, ada tiga komoditas pangan paling laris di Gerakan Pangan Murah (GPM) Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (9/1/2026).
Berlangsung di Halaman Parkir Selatan, kantor balai kota di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Ibu Kota Provinsi Sultra.
Pantauan TribunnewsSultra.com di lokasi pukul 10.00 Wita, ada tiga komoditas pangan paling diburu masyarakat.
Antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng Minyakita, dan telur ayam ras.
Pada pukul tersebut, beras dari Badan Usaha Logistik atau Bulog itu sudah ludes.
Padahal, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) menyediakan 2,5 ton atau 500 karung SPHP 5 kilogram per harinya.
Minat masyarakat terhadap beras tersebut sangat tinggi, sebab pemerintah memberikan subsidi hingga dibanderol Rp50 ribu per sak.
Adapun minyak goreng dapat diperoleh dengan harga Rp15.500-Rp15.700 dan telur ayam ras Rp55.000 per rak.
Selain tiga komoditas itu, GPM juga menyediakan berbagai kebutuhan lain yang diperlukan warga.
Seperti gula, air mineral, sirup, beras lokal, tepung, dan produk pertanian meliputi sayur dan buah-buahan.
Baca juga: Stok Beras Melimpah, Sulawesi Tenggara Kirim 44 Ribu Ton ke Maluku, Sulteng, Sulut dan Papua
Kepala Disketapang Kendari, Abdul Rauf mengatakan, ada 22 distributor serta 20 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM yang terlibat.
Gerakan ini berlangsung selama lima hari yakni 9-13 Februari 2026 mulai pukul 08.00 Wita.
"Mudah-mudahan adanya GPM ini bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat apalagi ini menjelang ramadan dan imlek," katanya.
Sebagai informasi, Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari berada di Jalan Balai Kota II, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.
Berjarak sekitar 750 meter atau dua menit dari Kantor Balai Kota Kendari di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) (Kontan.co.id)