TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan pelecehan yang menyeret nama Mohan Hazian mengungkap modus yang diduga menyasar model wanita dengan iming-iming pemotretan profesional.
Korban disebut dijebak melalui dalih pekerjaan, sebelum situasi diarahkan ke ruang privat yang berujung ajakan bermuatan seksual.
Perkara ini pun memicu sorotan publik, seiring munculnya kesaksian dan kronologi yang membuka pola dugaan kejahatan seksual tersebut.
Baca juga: Sosok Calon Istri Virgoun Bikin Heboh, Dugaan Isu Pernikahan Akhirnya Terbongkar: Awal Tahun
Muncul sejumlah akun membuat pengakuan menjadi korban pelecehan Mohan Hazian, pengusaha baju asal Indonesia.
Modus yang dipakai Mohan pada sejumlah wanita ternyata serupa.
Mohan Hazian seorang pengusaha mode, penulis dan kreatif konten asal Indonesia.
Dia lahir di Lampung tahun 1990.
Mohan pemilik brand streetwear, Thanksinsomnia.
Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan Mohan bermula dari cuitan akun @aarummanis di media sosial X.
Ia menceritakan pengalaman pahit saat menjalani pemotretan merek milik Mohan pada Mei 2025.
"Dia ajak aku foto hasil tato pakai polaroid di ruangan tato dia itu. Temenku dan S ini masih di luar, ga jauh dari ruangan tato itu. Pintu ruangan pun juga masih kebuka lebar dan gak dikunci.
Setelah itu dia tarik tangan aku dengan paksa. Dia dorong aku ke sofa," katanya.
Lalu ada pula korban lain yang memposting modus sama Mohan.
Dia mengajak wanita itu menjalani sesi foto.
"Gak berdua aja ?"
Gapapa han biar gue bareng juga"
"Berdua aja dong nin".
Selain menjalani sesi foto, modus Mohan juga dengan mengajak korbannya minum alkohol.
Seperti yang dialami model asal Malaysia.
"We should to open another room for rest ? (kita harus buka kamar untuk istirahat ?)" tulis Mohan.
"What do you mean ? open room for ? (Apa maksudmu ? Bukan kamar untuk apa ?)," balas model.
Dalam klarifikasinya, Mohan Hazian menekankan bahwa dia tidak pernah memperkosa siapapun.
"Yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun," katanya.
Ia berharap publik bisa melihat kejadian ini secara luas.
"Saya berharap ruang publik dapat melihat persoalan ini secara jernih, adil, dan tidak hanya berdasarkan pada informasi yang belum terverifikasi sepenuhnya, karena tidak semua yang beredar menggambarkan kenyataan secara utuh," katanya.
Mohan mengatakan semua kesalahan di masa lalu merupakan kekhilafannya.
"Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya dengan wanita lain. Namun, kejadian tersebut sudah memberikan impact kepada istri dan anak saya. Itu murni kesalahan yang saya lakukan dan tidak dapat dibenarkan dengan cara apapun, bagaimanapun," katanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Kepolisian belum menerima laporan resmi terkait kasus dugaan pelecehaan yang dilakukan Mohan.
"Belum ada laporan," katanya.
Budi mengatakan Kepolisian akan tetap menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat.
"Kepolisian tidak hanya menindaklanjuti laporan polisi. Informasi apa pun terkait peristiwa di masyarakat, insyaallah pasti akan kami tindak lanjuti sehingga dapat menjawab keresahan masyarakat," katanya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)