- PT KAI Commuter tengah menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan Pin Ibu Hamil (Bumil) oleh seorang penumpang di rangkaian kereta rel listrik (KRL).
Kasus ini mencuat setelah video unggahan akun TikTok @sidianasipa viral pada Rabu (11/2/2026), yang memperlihatkan seorang perempuan mengenakan pin pink diduga palsu demi mendapatkan kursi prioritas.
Pengunggah video mengaku curiga karena telah bertemu sosok yang sama sejak awal Desember lalu, namun kondisi fisik penumpang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Merespons hal itu, pihak KAI Commuter memastikan bahwa pengguna pin dalam video tersebut sudah teridentifikasi dan akan segera ditindaklanjuti secara tegas.
Guna menghindari kejadian serupa, KAI mengimbau penumpang untuk mengenali ciri pin ibu hamil resmi, yakni terdapat logo "KAI Commuter" pada sisi atas dan mencantumkan tanggal masa aktif atau HPL pada sisi tengah pin.
Layanan PIN Ibu Hamil sendiri disediakan secara gratis untuk membantu pengguna prioritas, terutama bagi ibu hamil di trimester pertama yang secara fisik belum terlihat hamil.
Pihak KAI mengingatkan bahwa pin ini wajib dikembalikan setelah masa kehamilan berakhir atau maksimal satu bulan setelah melewati tanggal HPL.
Bagi calon pengguna yang membutuhkan, pendaftaran resmi dapat dilakukan secara online melalui aplikasi C-Access dengan menyertakan surat keterangan kehamilan yang sah.