Suporter Sriwijaya FC Siap Kepung Kantor Gubernur, Polemik Kantor Sekretariat Memanas
Abdul Hafiz Sripo February 12, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua umum suporter Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn menyatakan siap mengepung kantor Gubernur Sumsel untuk menyuarakan berempati dengan kondisi terkini Sriwijaya FC.

Hal ini terkait polemik kantor sekretariat Sriwijaya FC di Komplek Palembang Square yang selama ini dipinjami Pemprov Sumsel sejak era Gubernur Syahrial Oesman makin memanas.

Di tengah keterpurukan Sriwijaya FC menyiapkan tim agar tetap bisa bertanding di putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, H Yossi Hervandi SE MM CGAA melayangkan surat teguran kedua kepada Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub.

Surat bernomor 000 2.3.2/00873 JBPKAD-V/2028 tertanggal 10 Februari 2026 itu menegaskan tiga poin penting:

Permohonan penggunaan kantor tidak disetujui.
Jika masih digunakan, harus melalui mekanisme sewa resmi.
Jika tidak sanggup memenuhi ketentuan, aset wajib dikosongkan dan dikembalikan ke Pemprov.
Batas waktu konfirmasi diberikan hingga 24 Februari 2026.

"Bagi kami surat teguran kedua dari BPKAD tersebut sangat menyakiti hati perasaan kami warga Sumatera Selatan. Bukan hanya sebagai suporter Sriwijaya FC, tetapi juga sebagai masyarakat. Kami akan konsolidasi dengan beberapa anggota suporter dan siap mengepung kantor Gubernur Sumsel," ungkap Yayan Hariansyah kepada Sripoku.com, Kamis (12/2/2026).

Menyikapi surat dari BPKAD Provinsi Sumatera Selatan ini, Ketua umum suporter Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Snatau akrab disapa Yayan Joker menyatakan itu sangat tidak berempati dengan kondisi terkini Sriwijaya FC.

Dimana klub kesayangan Sumatera Selatan lagi berjuang mengatasi agar tidak WO di musim Pegadaian Championship 2025/26 ini. Berjuang, bahkan memindahkan homebasenya ke Depok dan Bekasi Jawa Barat itu karena salah satunya lantaran kekurangan dana.

"Nah ini Pemprov justru mengajak sewa menyewa, mengambil alih tempat itu. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Sriwijaya FC ini klub Sumatera Selatan yang pernah mengharumkan nama baik Sumatera Selatan. Jadi menurut kami naif sekali kalau Pemprov Sumatera Selatan tidak memikirkan hal-hal yang seperti ini," ujar Yayan Hariansyah.

Menanggapi surat teguran kedua dari Pemprov Sumsel ini, Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta mengaku pihak manajemen Sriwijaya FC masih mencoba berkomunikasi. 

"Kita masih mencoba berkomunikasi," kata Anggoro Prajesta yang juga CEO PT Digi Sport Asia.

Baca juga: Fokus 2x45 Menit! Sumsel United Siap Redam Agresivitas PSMS Medan

Menurut Anggoro, kalaupun diberlakukan sewa, ia berharap Pemprov Sumsel bisa memberikan harga khusus mengingat klub Sriwijaya FC ini telah mengharumkan nama Sumatera Selatan dengan segudang prestasi.

"Tapi ya kalaupun sewa harganya diharapkan dengan nilai khusus. Ini kan Sriwijaya FC klub yang sudah banyak membawa prestasi buat Sumsel," pintanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.