- Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf ke rakyatnya.
Permintaan maaf itu terkait penindakan berdarah para demonstran yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sementara Pezeshkian meminta maaf seusai warga Iran mengirim surat dan memohon kepada Presiden AS Donald Trump.
Permintaan maaf Pezeshkian disampaikan melalui pidatonya pada Rabu (11/2).
Ia meminta maaf kepada semua pihak atas demonstrasi berdarah yang terjadi awal tahun.
Pihaknya turut mengecam propaganda Barat yang tidak disebutkan secara spesifik seputar protes tersebut.
Pezeshkian memahami kesedihan mendalam yang dirasakan orang-orang dalam protes dan penindakan berdarah.
Secara tidak langsung, Pezeshkian mengakui peran pasukan keamanan Iran dalam tragedi tersebut.
Diketahui sebelumnya, warga Iran ramai-ramai mengirimkan pesan berisi permohonan kepada Presiden AS Donald Trump.
Permohonan itu meminta agar AS tak melakukan perundingan dengan Iran.
Pasalnya perundingan itu dinilai mengkhianati para demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan Iran.